Minggu, 03 Juli 2011

Mortalitas dan Mobbiditas pada Masa Bayi

BAB II
PEMBAHASAN

A. Mortalitas dan Mobbiditas pada Masa Bayi
Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian bayi (umumnya, atau karena akibat yang spesifik) pada suatu populasi, skala besar suatu populasi, per dikali satuan. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per 1000 individu per tahun, hingga, rata-rata mortalitas sebesar 9.5 berarti pada populasi 100.000 terdapat 950 kematian per tahun. Mortalitas berbeda dengan morbiditas yang merujuk pada jumlah individual yang memiliki penyakit selama periode waktu tertentu.
Angka mortalitas bayi merupakan jumlah kematian per 1000 kelahiran hidup selama tahun pertama kehidupan, yang kemudian dibagi menjadi mortalitan neonatal (usia <28 hari) dan mortalitas pascanatal (usia 28 hari-11 bulan)
Proporsi Penyakit penyebab kematian bayi (Depkes, 2004): :
– Penyakit system pernafasan 29,5 % – Gangguan perinatal 29,3 %
– Diare 13,9 % – Penyakit sistem syaraf 5,5 %
– Tetanus 3,68% – Infeksi dan parasit lain 3,5 %

Tinggi rendahnya tingkat kematian dipengaruhi oleh factor pendukung dan penghambat kematian, yaitu :
 Faktor pendukung kematian (promortalitas)
Promortalitas merupakan faktor yang menyebabkan meningkatnya jumlah kematian. Tingginya kematian bisa saja terjadi secara natural maupun karena kurangnya perhatian pada kesehatan dan prasarana pendukungnya. Apa jadinya jika sarana dan prasarana kesehatan kurang serta kesadaran masyarakat terhadap kesehatan rendah.


 Faktor penghambat kematian (antimortalitas)
Antimortalitas merupakan faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat kematian. Faktor penghambat kematian bisa kamu temukan jika kamu telah menyimpulkan faktor-faktor yang mendukung kematian. Karena faktor penghambat kematian berbanding terbalik dengan pendukung kematian.
Sedangkan kata morbiditas dapat merujuk kepada pernyataan terkena penyakit (dari bahasa Latin morbidus: sakit, tidak sehat), derajat kerasnya penyakit,meratanya penyakit: jumlah kasus pada populasi, insiden penyakit: jumlah kasus baru pada populasi. Dan Cacat terlepas dari akibat (contoh cacat disebabkan oleh kecelakaan).
Morbiditas anak-anak
Banyak disebabkan oleh penyakit akut (penyakit pernapasan 50%, infeksi dan penyakit parasit 11%), cedera 15 %, dan ketidakmampuan yang dapat diukur dengan aktivitas dalam derajat tertentu (Pless dan Pless,1997)
Morbiditas meningkat pada mereka yang mengalami kesulitan ekonomi.Penyebab utama hal ini adalah terbatasnya akses ke pelayanan kesehatan. 11 juta balita dunia meninggal/tahun karena infeksi, 54% berkaitan dengan kurang gizi ( WHO, 2002).Angka kurang gizi (Depkes, 2004):
– 1989 ; 37,% 2000 : 24,7% – 2001 : 26,1% 2002 : 27,3%
– 2003 : 27,5% – BBLR : 350.000 bayi / tahun


B. Evolusi Pelayanan Kesehatan Anak di Indonesia
Berdasarkan pengamatan Cho dan peneliti lainnya ( 1980 ) turunnya angka kematian pada dekade 1930-an ini lebih lambat dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena adanya depresi ekonomi. Kesejahteraan masyarakat nampaknya sudah mulai membaik pada tahun 1950-an dengan dijalankannya program-program kesehatan masyarakat seperti pembasmian malaria dan cacar ( Hugo dan kawan-kawan, 1987 ). Perbaikan gizi keluarga dan masyarakat serta pembangunan kesehatan mempunyai andil yang cukup memadai dalam menurunkan AKB.
Perkembangan pelayanan keperawatan terkini Era globalisasi dan era informasi yang akhir-akhir ini mulai masuk ke Indonesia telah membuat tuntutan-tuntutan baru di segala sektor dalam Negara kita. Tidak terkecuali dalam sektor pelayanan kesehatan, era globalisasi dan informasi seakan telah membuat standar baru yang harus dipenuhi oleh seluruh pemain di sektor ini. Hal tersebut telah membuat dunia keperawatan di Indonesia menjadi tertantang untuk terus mengembangkan kualitas pelayanan keperawatan yang berbasis teknologi informasi. Namun memang kita tidak bisa menutup mata akan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh keperawatan di Indonesia, diantaranya adalah keterbatasan SDM yang menguasai bidang keperawatan dan teknologi informasi secara terpadu, masih minimnya infrastruktur untuk menerapkan sistem informasi di dunia pelayanan, dan masih rendahnya minat para perawat di bidang teknologi informasi keperawatan. Kualitas atau mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit bergantung kepada kecepatan, kemudahan, dan ketepatan dalam melakukan tindakan keperawatan yang berarti juga pelayanan keperawatan bergantung kepada efisiensi dan efektifitas struktural yang ada dalam keseluruhan sistem suatu rumah sakit. Pelayanan rumah sakit setidaknya terbagi menjadi dua bagian besar yaitu pelayanan medis dan pelayanan yang bersifat non-medis, sebagai contoh pelayanan medis dapat terdiri dari pemberian obat, pemberian makanan, asuhan keperawatan, diagnosa medis, dan lain-lain. Ada pun pelayanan yang bersifat non medis seperti proses penerimaan, proses pembayaran, sampai proses administrasi yang terkait dengan klien yang dirawat merupakan bentuk pelayanan yang tidak kalah pentingnya. Pelayanan yang bersifat medis khususnya di pelayanan keperawatan mengalami perkembangan teknologi informasi yang sangat membantu dalam proses keperawatan dimulai dari pemasukan data secara digital ke dalam komputer yang dapat memudahkan pengkajian selanjutnya, intervensi apa yang sesuai dengan diagnosis yan sudah ditegakkan sebelumnya, hingga hasil keluaran apa yang diharapkan oleh perawat setelah klien menerima asuhan keperawatan, dan semua proses tersebut tentunya harus sesuai dengan NANDA, NIC, dan NOC yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam database program aplikasi yang digunakan. Namun ada hal yang perlu kembali dipahami oleh semua tenaga kesehatan yang menggunakan teknologi informasi yaitu semua teknologi yang berkembang dengan pesat ini hanyalah sebuah alat bantu yang tidak ada gunanya tanpa intelektualitas dari penggunanya dalam hal ini adalah perawat dengan segala pengetahuannya tentang ilmu keperawatan.

Contoh nyata yang dapat kita lihat di dunia keperawatan Indonesia yang telah menerapkan sistem informasi yang berbasis komputer adalah terobosan yang diciptakan oleh kawan-kawan perawat di RSUD Banyumas. Sebelum menerapkan sistem ini hal pertama yang dilakukan adalah membakukan klasifikasi diagnosis keperawatan yang selama ini dirasa masih rancu, hal ini dilakukan untuk menghilangkan ambiguitas dokumentasi serta memberikan manfaat lebih lanjut terhadap sistem kompensasi, penjadwalan, evaluasi efektifitas intervensi sampai kepada upaya identifikasi error dalam manajemen keperawatan. Sistem ini mempermudah perawat memonitor klien dan segera dapat memasukkan data terkini dan intervensi apa yang telah dilakukan ke dalam komputer yang sudah tersedia di setiap bangsal sehingga akan mengurangi kesalahan dalam dokumentasi dan evaluasi hasil tindakan keperawatan yang sudah dilakukan.
Angka kematian Bayi dan Anak, khususnya bayi merupakan indikator yang penting untuk mencerminkan keadaan derajat kesehatan di suatu masyarakat, karena bayi yang baru lahir sangat sensitif terhadap keadaan lingkungan tempat tinggal orang tua si bayi tinggal dan sangat erat kaitannya dengan status sosial – ekonomi orang tua si bayi.Pengaruh budaya, agama dan kepercayaan terhadap kesehatan anak.
secara umum AKB di Indonesia sejak awal abad ke-20 cenderung menurun diawali masuknya industrialisasi dari Eropa ke Indonesia ( Hugo dan kawan – kawan, 1987 ).


C. Pengaruh Budaya, Agama dan Kepercayaan terhadap Kesehatan Anak
Keyakinan keluarga tentang kesehatan, pola didik dan pola asuh terhadap anak juga dipengaruhi oleh nilai budaya, agama dan moral yang dianutnya. Ini akan mempengaruhi kesehatan anak bahkan dimulai sejak ia masih di dalam kandungan ibunya. Setiap keluarga memiliki pandangan yang berbeda dalam membesarkan anaknya, seperti yang memiliki perbedaan budaya antara keluarga dengan budaya minang dan keluarga berbudaya batak. Hal-hal yang ditanamkan terhadap anak-anak mereka berbeda sehingga pola hidup dan kesehatan anaknya juga berbeda misalnya dalam kesehatan emosional. Pengaruh Budaya, Agama dan Kepercayaan terhadap Kesehatan Anak adalah sebagai berikut :

1. Adat dan tradisi
Pemahaman berbagai keyakinan mengenai penyebab penyakitdan sakit, serta praktik kesehatan tradisional. Makin banyak perawat mengetahui tentang nilai keyakinan, dan adat kelompok etnis lain maka makin baik mereka memenuhi kebutuhan keluarga dan anak.
o Relativitas budaya merupakan konsep suatu perilaku harus dinilai terlebih dahulu dalam konteks budya asal terjadinya perilaku tersebut. Beberapa budaya mengganggap gender anak dapat mempengaruhi persepsi suatu keluaraga tentang implikasi penyakit. Pengertian penyakit atau tanda dan gejala suatu penyakit juga dipengaruhi oleh budaya, beberapa budaya misalnya mengganggap diare sebagai pembersihan tubuh.
o Hubungan dengan pemberi perawatan kesehatan , dalam banyak kelompok budaya ibu memegang peranan penting dalam kesehatan sementara kelompok lain orang tua sama – sama terlibat. Pendekatan terhadap anak juga dapat di pengaruhi oleh budaya, misanya sebagain keompok merasa bahwa masuknya anak ke rumah sakit merupakan masalah keluarga, anak di lepaskan tanpa campur tangan keluarga di rumah sakit.
o Komunikasi , merupakan suatu distress kelompok karena komunikasi adalah hal terpenting dalam pelayanan keperawatan. Kontak mata juga dapat dipandang berbeda dalam beberapa budaya.
o Kebiasaan makan
o Keyakinan dan prkatik kesehatan merupakan bagian integral dari warisan budaya kesehatan keluarga. Contohnya kekuatan alam, kekuatan supranatural, ketidakseimbangan kekuatan.
o Praktik keseahtan merupakan altrnatif bagi mereka ketika penyembuhan di rumah sakit tidak berhasil.
o Mitos yang dikaitkan dengan pengaruh pranatal.

2. Keyakinan religius
Dimensi religius merupakan pengaruh terpenting dalam kehidupan individu dan memberikan makna terhadap kehidupan serta memberikan sumber cinta. Asuhan keperawatan holistik ditingkatkan melalui integrasi asuhan spiritual dan psikososial. Diantara banyak kematian dan penyakit diyakini sebagai dosa bagi sebagian keperrcayaan dan menganggap bahwa tenaga kesehatan tidak akan mampu melindungi mereka yang di hukum tuhan.


D. Keperawatan Pediatrik
Pediatrik berkenaan dengan kesehatan bayi, anak remaja, pertumbuhan dan perkembagannya dan kesempatannya untuk mencapai potensi penuh sebagai orang dewasa.Lebih dari seabad yang lalu ilmu pediactrik muncul sebagai kekhususan dalam menanggapi meningkatan kasadaran bahwa problem kesehatan anak berbeda dengan orang dewasa dan bahwa respon anak terhadap sakit dan stres berdeda beda sesuai dengan umur.
Filosofi asuhan
o Perhatian pada rangkaian pengalaman dan respon anak terhadap kesehatan dan penyakit tanpa terbatas pada orientasi berfokus masalah
o Integrasi data objektif dengan pengetahuan yang didapat dari pemahaman tentang pengalaman subjektif pasien-kelompok
o Penerapan pengetahuan ilmiah pada proses diagnosis dan pengobatan
o Penetapan hubungan caring yang memfasilitasi kesehatan dan penyembuhan (ANA, 1995)

E. Asuhan Berpusat pada Keluarga, Asuhan Atraumatik
Keluarga sebagai suatu kehidupan yang konstan dan individu mendukung, menghargai dan meningkatkan kekuatan dan kompetensi dalam memberikan asuhan terhadap anak (Johson, 1989). System pelayanan dan personel harus juga mendukung, menghargai, mendorong dan meningkatkan kekuatan dan kompetensi keluarga melalui pemberdayaan pendekatan dan pemberian bantuan efektif (Duns dan Trivette, 1996)
Sebagai seorang perawat, kita harus mampu memfasilitasi keluarga dalam pemberian tindakan keperawatan langsung, pemberian pendidikan kesehatan pada anak, memperhatikan bagaimana kehidupan social, budaya dan ekonomi keluarga sehingga dapat membantu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari keluarga tersebut dalam memberikan pelayanan keperawatan. Perawat juga melibatkan keluarga dalam hal ini yaitu dengan cara mengajak kerjasama/ melibatkan dan mengajarkan pada keluarga tentang perawatan anak ketika sehat maupun sakit.
KONSEP DASAR FAMILY CENTRE
 Enabling: melibatkan keluarga (memampukan, memberdayakan, dan kemitraan)
 Empowering : pengambil keputusan
 Keluarga bersifat konstan dalam kehidupan anak
 Kolabrasi perawat – keluarga dalam perawatan anak
 Bertukar informasi yang lengkap
 Menghargai keluarga sebagai pendidik anak dan memiliki kekuatan, perhatian.
 Rumah sakit dan yankes lainnya dapat diakses keluarga dan anak
 Mengenalai metode koping yang berbeda di dalam keluarga
 Penghormatan terhadap keanekaragaman budaya
 Mengerti dan memasukkan kebutuhan perkembangan bayi, anak, remaja dan keluarga dalam sistem asuhan.

ATRAUMATIC CARE
adalah perawatan yang tidak menimbulkan trauma pada anak dan keluarga. Perawatan tersebut difokuskan dalam pencegahan terhadap trauma. Beberapa kasus yang sering diumpai di masyarakat seperti peristiwa yang dapat menimbulkan trauma pada anak adalah cemas, marah, nyeri dan lain-lain. Apabila hal tersebut dibiarkan dapat menyebabkan dampak psikologis pada anak dan tentunya akan menganggu perkembangan anak.
Penyediaan asuhan terapeutik oleh personel dalam lingkungan oleh tenaga kesehatan melalui intervensi yang mengahpuskan/ memperkecil distress psikologis dan fisik pada anak.

MANAJEMEN KASUS (CASE MANAGEMENT)
Pengelolaaan kasus secara komprehensif adalah bagian utama dalam pemberian asuhan keperawatan secara utuh, melalui upaya pengkajian, penentuan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pendekatan psikologis yang dilakukan yang mempersiapkan secara fisik, memberi kesempatan pada orang tua dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak dan orang tua.

F. Peran Perawat Pediatrik
• komunikasi terapeutik
Diterapkan dalam berkomunikasi dengan anak dan keluarga, bersifat empati dan professional dengan memisahkan peran perawat dari keluarga tanpa mengganggu kenyamanan anak dan keluarga

• Family advocacy/caring
Advokasi meliputi jaminan bahwa keluarga akan mengetahui yankes yang tersedia, diinformasikan tentang prosedur dan pengobatannya secara benar. Caring berarti memberikan yankes secara langsung pada anak.

• Disease prevention/Health promotion
Melakukan dan mengajarkan keluarga tentang bagaimana cara mencegah penyakit baik dari luar maupun dari dalam tubuh.

• Health education
Memberikan pendidikan kesehatan yang bertujuan membantu orangtua dan anak memahami suatu pengobatan medis, mengevaluasi pengetahuan anak tentang kesehatan mereka, memberi pedoman antisipasi
• Support/counseling
Memberikan perhatian pada kebutuhan emosi melalui dukungan dan konseling. Dukungan diberikan dengan mendengar, menyentuh dan kehadiran fisik untuk memudahkan komunikasi nonverbal. Sedangkan, konseling dalam bentuk pertukaran pendapat, melibatkan dukungan, penyuluhan teknik untuk membantu keluarga mengatasi stress dan mendorong ekspresi perasaan dan pikiran. Yang membantu keluarga mengatasi stress dan memampukan untuk mendapatkan tingkat fungsi yang lebih tinggi.


• Pengambil keputusan etis
Prinsipnya, tindakan yang ditentukan adalah yang paling menguntungkan klien, dan sedikit bahayanya terhadap segala aspek yang berhubungan denagn pelaksanaan asuhan keperawatan. Seperti dalam kerangka kerja mesyarakat, standar praktik professional, hukum, aturan lembaga, tradisi religius, sistem nilai keluarga dan nilai pribadi perawat.

• Coordination/Collaboration
bekerjasama dengan spesialis / profesi lain dalam mengatasi kesehatan anak.

• Peran restorative
Keterlibatan perawat secara langsung dalam aktivitas pemberi asuhan yang dilakukan atas dasar konsep teori yang berfokus pada pengkajian dan evaluasi status yang berkesinambungan. Perawat punya tanggung jawab dan tanggung gugat terhadap tindakannya.

• Research
melakukan praktik berasarkan penelitian, menerapkan metode inovatif dalam memberikan intervensi pada anak, melakukannya berdasarkan penelitian dan sesuai rasional.

• Health care planning
menggunakan perencanaan & metode yang tepat untuk perawatan anak. Perawat melibatkan penyediaan layanan yang baru, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan

• Trend masa depan
keperawatan yang berfokus kepada keluarga tidak hanya melakukan nya sebagai sebuah pilihan tetapi akan menjadi sebuah kewajiban. Sehingga dapat membangun kemitraan dengan keluarga. Lalu dalam hal lain seperti pada bidang tekhnologi yaitu penggunaan komputer dalam keperawatan juga akan menjadi sebuah tren di masa depan karena hal itu saat ini telah tidak dapat terelakkan lagi.
Ada beberapa hal yang dituntut :
- Pengobatan penyakit (kuratif) menjadi promosi kesehatan (promotif)
- Filosofi asuhan berpusat pada keluarga bukan pilihan melainkan kewajiban
- Perawat dituntut meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan, komputer, membuktikan keunikan peran mereka dan dituntut lebih mandiri dan melebihi lingkungan asuhan terdahulu.

PRINSIP PERAWATAN ANAK
• Perawat tidak boleh mengabaikan ketrampilan & pengetahuan orang tua anak
• Perawat tidak boleh mengabaikan kepercayaan anak
• Perawat harus selalu memperhatikan keadaan kesehatan mental, spiritual dan fisiknya sendiri
• Perawat juga tidak boleh mengabaikan kemampuannya sendiri untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik



















BAB III
Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

A. Tahap Perkembangan
Tumbuh kembang Dalam Ilmu Kesehatan Anak istilah pertumbuhan dan perkembangan menyangkut semua sapek kemajuan yang dicapai oleh jasad manusia dari konsepsi sampai dewasa. Jenis tumbuh kembang dibedakan menjadi tiga, yaitu tumbuh kembang fisis, intelektual, dan social emosional. Penilaian tumbuh kembang meliputi evaluasi pertumbuhan fisis ( kurva/grafik berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar dada dan lingkar perut), evaluasi umur tulang, evaluasi pertumbuhan gigi geligi, evaluasi neurologis, dan perkembangan social serta evalusai keremajaan.
Dasar-dasar tumbuh kembang ( Tahap perkembangan, Pola Tumbuh kembang, perbedaan individual ). Pertumbuhan—peningkatan jumlah dan ukuran sel pada saat membelah diri dan mensintesis protein baru; menghasilkan ukuran dan berat seluruh atau sebagian bagian sel. Perkembangan—perubahan dan perluasan secara bertahap; perkembangan tahap kompleksitas dari yang lebih rendah ke yang lebih tinggi; peningkatan dan peruasaan kapasitas seseorang melalui pertumbuhan, maturasi dan pembelajaran.
Maturasi—peningkatan kompetensi dan kemampuan adaptasi; penuaan; biasanya digunakan untuk menjelaskan perubahaan kualitatif; perubahan kompleksitas struktur yang memungkinkan berfungsinya struktur tersebut pada tingkat yang lebih tinggi.
Diferensiasi—proses modifikasi sel dan struktur awal secara sistematik untuk mencapai sifat fisik dan kimaiwi yang spesifik; terkadang digunakan unutk menjelaskan kecendrungan massa kea rah spesifikasi; perkembangan aktivitas dan fungsi dari yang sederhana ke yang lebih kompleks.
Tahap Perkembangan
Periode prenatal : konsepsi sampai lahir
Germinal; konsepsi sampai kira-kira 2 minggu
Embrio : 2 sampai 8 minggu
Janin : 8 sampai 40 minggu ( lahir )
Masa bayi : lahir sampai 1 tahun
Neonatus : lahir sampai 27 atau 28 hari
Bayi : 1 sampai kira-kira 1 tahun
Masa kanak-kanak awal : 1 sampai 6 tahun
Toddler : 1 sampai 3 tahun
Prasekolah : 3 sampai 6 tahun
Peride ini, yang berasal dari waktu anak-anak dapat bergerak sambil berdiri sampai mereka masuk sekolah, dicirikan dengan aktivitas ynag tinggi dan penemuan-penemuan.
Masa kanak-kanak pertengahan : 6 sampai 11 atau 12 tahun merupakan salah satu tahap perkembangan ketika anak diarahkan menjauh dari kelompok keluarga dan berpusat si dunia hubungan sebaya yang lebih luas.
Masa Kanak-kanak akhir : 11-19 tahun
Prapubertas : 10-13 tahun
Remaja : 13 sampai kira-kira 18 tahun
Periode maturasi dan perubahan cepat yang membingungkan yang dianggap sebagi masa remaja dianggap sebagi periode transisi yang dimulai pada masa pubertas dan berakhir pada saat memasuki dunia dewasa—biasanya lulus sekolah menengah atas

B. Pola Tumbuh Kembang dan Perbedaan Individu
Kecenderungan arah : tumbuh kembang terjadi dengan arah/tahapan yang teratur dan terikat serta mencerminkan prkembangan dan maturasi fungsi neuromuscular
Kecenderungan Urutan. Laju perkembangan. Meskipun perkembangan memiliki urutan yang pasti dan tepat, namun laju perkembangan tidak sama karena setiap idividu itu unik.
Periode Sensitif. Terdapat batasan waktu selama proses pertumbuhan ketika organism berinteraksi dengan ligkungan tertentu dengan cara yang spesifik.
Perbedaan Individual Setiap anak tumbuh dengan keunikan dan caranya sendiri. Terdapat variasi yang besar dalam hal usia pencapaian tahap perkembangan.

C. Pertumbuhan Biologi dan Perkembangan Fisik
Pertumbuhan biologis dan perkembangan fisik ( proporsi eksternal, determinan
biologis dari pertumbuhan dan perkembangan, pertumbuhan dalam maturasi tulang rangka, maturasi neulogik, jaringan limpoid, perkembangan system organ ) Proporsi Eksternal
Variasi laju pertumbuhan jaringan dans system organ yang berbeda menghasilkan perubahan yang signifikan pada proporsi tubuh selama masa kanak-kanak. Determinan Biologis dari Pertumbuhan dan Perkembangan Pada sebagian jaringan, perubahan tersebut terjadi secari kontinu (mis.pertumbuhan tulang dan gigi); pada jaringan lain prubahan signifikan terjadi pada tahap yag spesifik (mis.penampakan karakteristik seks sekunder).

 Pertumbuhan Dan Maturasi Tulang Rangka
Pengukuran yang paling akurat dari perkembangan umum adalah tulang rangka atau usia tulang karena usia tulang rangka erat hubungannya dengan pengukuran maturitas lainnya. Usia tulang ini ditentukan dengan membandingkan mineralisasi pusat osifikasi pusat tulang dan bentuk bentuk tulang yang terkait usia.pusat osifikasi pertama kali muncul pada usia embrio dua bulan.

 Maturasi Neurologik
System syaraf tumbuh proposional lebih cepat sebelum kelahiran. pertumbuhannya terjadi secara cepat pada masa bayi sampai masa kanak-kanak awal dan malambat pada masa kanak-kanak akhir dan remaja. perkembangan neurologic terkadang digunakan sebagai indikator usia maturasi pada minggu-minggu awal kehidupan.

 Jaringan Limfoid
Jaringan limfoid (terdapat dalam nodus limfe, timus, limpa, tonsil, adenoid, limfosit darah) berukuraan kecil, tetapi telah berkembang dengan baik pada saat lahir. Jaringan ini mencapai ukuran dewasa dengan cepat pada usia 6 bulan. Pada usia 10-12 bulan, jaringan ini mencapai perkembangan maksimal yang kira-kira dua kali ukuran dewasa. Pada masa remaja, terjadi penurunan yang cepat.

 Perkembangan system organ
Jaringan dan system orgam mengalami perubahan pada masa perkembangan, baik secara mencolok maupun samar-samar. Perubahan tersebut berpengaruh pada pengkajian dan perawatan.

D. Perubahan fisiologis ( Metabolisme, suhu, tidur dan istirahat ), Temperamen (makna temperamen ).
PERUBAHAN FISIOLOGIS
Perubahan fisiologis yang terjadi di semua organ dan system didiskusikan berkaitan dengan disfungsinya. yaitu :
1. Metabolisme
BMR menunjukkan perubahan jelas semasa kanak-kanak. BMR tertinggi pada bayi baru lahir (108 kkal/kg Bb), menurun progresif sampai maturitas (40-45 kkal/Kg BB), proporsi sedikit lebih tinggi pada laki-laki pada semua usia dan meningkat selama masa pubertas melampaui perempuan.
2. Suhu
Pada neonates yang sehat, hipotermi dapat menyebabkan konsekuensi metabolic negative seperti hipoglikemi. Bayi dan anak kecil rentan terhadap fluktuasi suhu, berespon terhadap perubahan suhu lingkungan, kerena menangis, marah,emosi, aktifitas fisik, maupun karena infeksi.
3. Tidur dan Istirahat
Bayi baru lahir, tidur selama waktu yang tidak digunakan dan aspek-aspek lain dalam perawatannya.. selama akhir tahun pertama, sebagian anak tidur sepanjang malam disertai tidur 1-2 kali siang harinya. Usia 3 tahun anak-anak tidak lagi tidur siang, usia 4-10 tahun waktu tidur menurun dan meningkat pada priode pubertas.

TEMPERAMEN
Temperamen adalah cara berfikir, berperilaku atau bereaksi dan merujuk pada cara seseorang dalam menjalani kehidupannya. Ada 9 ciri/atribut temperamen:
1) Aktifitas : gerakan fisik seperti makan, tidur, madi, berpakain dan bermain
2) Ritrisitas : keteraturan fungsi fisiologis seperti lapar, tidur, eliminasi
3) Pendekatan(+) atau menarik diri (-) : terhadap stimulus baru
4) Kemampuan adaptasi
5) Ambang renposivitas : batas kekuatan stimulus untuk memunculkan reaksi
6) Intensitas reaksi : tingkat energy reaksi
7) Mood : jumlah perilaku menyenangkan dantidak menyenangkan
8) Distraksibilitas : mudah mengalihkan perhatian anak dengan stimulus eksternal
9) Rentang perhatian dan Persistensi : ketekunan dan kontinuitas aktivitas tanpa peduli hambatan. Kategori umum temperamen berdasarkan atribut temperamen :
a. The easy child. Berkepribadian santai, teratur, mudah diprediksi. Jumlah anak 40%
b. The difficult child. Sangat aktif, sensitive, dantidak teratur. Jumlah anak 10%
c. The slow-to-warm-up child. Bereaksi secara negative, penolakan ringan, sulit beradabtasi pada paparan berulang, pasif pada situasi barum ketidakteraturan tingkat sedang. Jumlah anak 15%
d. Rentang luas dan tidak konsisten. Jumlah anak 35%.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut adalah sebagai berikut:
faktor keturunan (herediter)
a. seks/ jenis kelamin
kecepatan pertumbuhan dan perkembangan pada seorang anak wanita berbeda dengan anak laki-laki

b. ras/ kebangsaan
anak keturunan bangsa Eropa lebih tinggi dan besar dibandingkan dengan anak keturunan bangsa Asia.

faktor lingkungan
a. lingkungan eksternal
1. Kebudayaan
kebudayaan suatu daerah akan mempengaruhi kepercayaan adat kebiasaan dan tingkah laku dalam merawat dan mendidik anak.

2. status sosial ekonomi keluarga
keadaan sosial ekonomi keluarga dapat mempengaruhi pola asuhan terhadap anak. Misalnya orang tua yang mempunyai pendidikan cukup mudah menerima dan menerapkan ide-ide utuk pemberian asuhan terhadap anak
3. Nutrisi
untuk tumbuh kembang, anak memerlukan nutrisi yang adekuat yang didapat dari makan yang bergizi. Kekurangan nutrisi dapat diakibatkan karena pemasukan nutrisi yang kurang baik kualitas maupun kuantitas, aktivitas fisik yang terlalu aktif, penyakit-penyakit fisik yang menyebabkan nafsu makan berkurang, gangguan absorpsi usus serata keadaan emosi yang menyebabkan berkurangnya nafsu makan.

4. penyimpangan dari keadaan normal
disebabkan karena adanya penyakit atau kecelakaan yang dapat menggangu proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

5. Olahraga
olahraga dapat meningkatkan sirkulasi, aktivitas fisiologi, dan menstimulasi terhadap perkembangan otot-otot.

b. lingkungan internal
1. Intelegensi
pada umumnya anak yang mempunyai intelegensi tinggi, perkembangannya akan lebih baik jika dibandingkan dengan yang mempunyai intelegensi kurang.

2. Hormone
ada tiga hormon yang mempengaruhi pertumbuhan anak yaitu: somatotropin, hormon yang mempengaruhi jumlah sel untuk merangsang sel otak pada masa pertumbuhan, berkuragnya hormon ini dapat menyebabkan gigantisme; hormon tiroid, mempengaruhi pertumbuhan, kurangnya hormon ini apat menyebabkan kreatinisme; hormon gonadotropin, merangsang testosteron dan merangsang perkembangan seks laki-laki dan memproduksi spermatozoa. Sedangkan estrogen merangsang perkembangan seks sekunder wanitadan produksi sel telur.kekurangan hormon gonadotropin ini dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan seks.


3. Emosi
hubungan yang hangat dengan ornag lain seperti ayah, ibu, saudara, teman sebaya serta guru akan memberi pengaruh pada perkembangan emosi, sosial dan intelektual anak. Pada saat anakberinteraksi dengan keluarga maka kan mempengaruhi interaksi anak di luar rumah. Apabila kebutuhan emosi anak tidak dapat terpenuhi

4. Pelayanan Kesehatan Yang ada di sekitar Lingkungan
Dengan adanya pelayanan kesehatan disekitar lingkungan anak dapat mempengaruhi tunbuh kembang anak, karena dengan anak diharapkan dapat terkontrol perkembangannya dan jika ada masalah dapat segera diketahui sedini mungkin serta dapat dipecahkan / dicari jalan keluarnya dengan cepat.




















BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN

Kebutuhan bahan makanan itu perlu diatur, baik pada ibu hamil dan pada bayi, balita dan anak sehingga mereka mendapatkan asupan gizi yang diperlukannya secara utuh dalam satu hari. Pada usia balita, anak mulai memiliki daya ingat yang kuat dan tajam, sehingga apa yang diterimanya akan terus melekat erat sampai usia selanjutnya. Pada masa kehamilan pun pola makan dan nutrisinya harus di perhatikan untuk melahirkan bayi yang sehat sehingga jauh dari pada mortalitas dan morbiditas bayi dan ibu hamil. Pola makan yang baik semestinya juga mengikuti pola gizi seimbang, yaitu pemenuhan zat-zat gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan diperoleh melalui makanan sehari-hari. Dengan makan makanan bergizi seimbang secara teratur, diharapkan pertumbuhan anak akan berjalan optimal.



























DAFTAR PUSTAKA


Ardiana, Anisah. 2007. “Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia”. http//Konsep-Pertumbuhan-dan-Perkembangan-Manusia.html diakses tanggal 19 Mei 2011
Diah. 2009. “perbedaan teori perkembangan kepribadian dan persepsi manusia sigmund freud dan erik erickson”. http// perbedaan-teori-perkembangan-kepribadian-dan-persepsi-manusia.html (on-line/ diakses tanggal 19 Mei 2011)
Hidayat, Aziz alimul. 2008. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan.
Jakarta: Salemaba Medika
Mansyoer, arif, dkk. 2000. Kapita Salekta Kedokteran Jilid 2 Edisi 3. Jakarta :Media
Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Staff Pengajar Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1985. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
Wong, Donna L, dkk. 2009. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Volume 1. Jakarta: EGC
http://id.shvoong.com/social-sciences/anthropology/2157731-kematian-atau mortalitas/#ixzz1MjDSjlx1
http://id.shvoong.com/social-sciences/anthropology/2157731-kematian-atau-mortalitas/
http://id.wikipedia.org/wiki/Mortalitas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar