Minggu, 03 Juli 2011

askep mastektomi dan 11 fungsional gordonnya- melatikalimantan

I. ASKEP PRE-MASTEKTOMI
 A. Pengkajian Pola Fungsional Gordon

Pola 1. Persepsi dan Manajemen Kesehatan
Kaji status kesehatan, status promosi dan praktek pencegahan kesehatan, persepsi pengobatan atau perawawatan, follow up perawatan.
Biasanya pasien tidak tau tanda-tanda dan gejala penyakitnya, sehingga terlambat pergi berobat.
Pada kasus ditemukan bahwa pasien telah mengalami gejala penyakit sejak 3 tahun yang lalu, tapi pasien berobat ke dukun.

Pola 2. Nutrisi dan Metabolisme
Kaji pola makan, keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit, kesulitan menelan, diet khusus, BB, postur tubuh, tinggi badan.
Biasanya pasien akan mengalami penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan karena memikirkan penyakit yang dideritanya.
Pada kasus, pasien mengatakan tiadak nafsu makan.

Pola 3. Eliminasi
Kaji BAB dengan jumlah feses, warna feses dan khas, BAK dengan jumlah urine, warna urine dengan kejernihan.
Biasanya tidak mengalami gangguan.

Pola 4. Tidur dan Istirahat
Kaji frekwensi dan durasi periode istirahat tidur, penggunaan obat tidur, kondisi lingkungan saat tidur.
Tanda : insomnia akibat nyeri.
Pada kasus, pasien sulit tidur dan sering terbangun karena nyeri.

Pola 5. Aktivitas dan Latihan
Kaji aktivitas sehari-hari bekerja
Tanda : biasanya merasa kesulitan untuk melakukan aktivitas karena nyeri.
Pada kasus, pasien kesulitan bila mengangkat dan menggerakkan tangan.

Pola 6. Sensori dan Kognitif
Kaji kemampuan melihat dan mendengar serta meraba, disorientasi, reflek.
Biasanya pasien mengalami gangguan karna nyeri pada daerah sekitar ca mamae.

Pola 7. Persepsi dan Konsep Diri
Kaji perasaan harga diri, sikap tentang dirinya, identitas diri, dan pola emosional.
Pasien biasanya mengalami peningkatan rasa kekhawatiran tentang penyakit yang dideritanya serta pada pasien juga akan mengalami harga diri rendah.

Pola 8. Hubungan dan Peran
Kaji hubungan dengan orang lain dan keluarga. Kaji peran kelurga dan peran sosial, kepuasan dan ketidakpuasan dengan peran, persepsi terhadap peran yang terbesar dalam hidup.
Pasien biasanya akan mengalami gangguan peran hubungan karena pasien merasa tidak percaya diri lagi.

Pola 9. Seksual dan Reproduksi
Kaji kepuasan atau ketidakpuasan dengan seks, pola reproduksi ; menstruasi.
Pada pasien biasanya mengalami masalah karena kanker yang merusak payudaranya.

Pola 10. Stres dan Koping
Metode untuk mengatasi atau koping terhadap stres, mendefinisakan stressor, toleransi terhadap stress, efektifitas koping.
Pasien biasanya mengalami kecemasan karna akan menjalani operasi.

Pola 11. Nilai dan Kepercayaan
Kaji nilai, tujuan, dan kepercayaan berhubungan dengan pilihan, atau membuat keputusan, kepercayaan spiritual, isu tentang hidup yang penting, hubungan antara pola nilai kepercayaan dengan masalah dan praktek kesehatan.

B. Diagnosa/NANDA, outcome/NOC, dan intervensi/NIC

Diagnosa 1. Nyeri akut b.d efek kanker

NOC NIC
1. Kontrol Nyeri
   Indikator:
- Mengenali faktor kausal
- Mengenali gejala sakit
- Pengendalian nyeri
- Menggunakan buku harian rasa sakit

2. Level nyeri
   Indikator:
- Melaporkan nyeri
- Persen tubuh yang terkena
- Frekuensi nyeri
- Kehilangan nafsu makan
- Perubahan pola pernafasan
- Perubahan pompa jantung A. Manajemen nyeri

Aktivitas:
- Lakukan penilaian nyeri secara komprehensif dimulai dari lokasi, karakteristik, durasi, frekwensi, kualitas, intensitas dan penyebab
- Pastikan pasien mendapat perawatan dengan analgestik
- Gunakan komunikasi terapeutik agar pasien dapat menyatakan pengalaman nyeri nya serta dukungan dalam merespon nyeri
- Tentukan dampak nyeri terhadap kehidupan sehari-hari (tidur, nafsu makan, aktifitas, kesadaran, mood, hubungan social, performance kerja dan melakukan tanggung jawab sehari-hari
- Membantu pasien dan keluarga untuk memberi dukungan
- Gunakan langkah-langkah pengendalian nyeri sebelum nyerio menjadi parah
- Pastikan bahwa pasien mendapat perawatan analgestik yang tepat

B. Pemberian analgesic
   Aktivitas:
- Menentukan lokasi, karakteristik, mutu, dan intensitas nyeri sebelum mengobati pasien
- Periksa order/pesanan medis untuk obat, dosis, dan frekuensi yang ditentukan analgesic
- Cek riwayat alergi obat
- Tentukan analgesic yang cocok, rute pemberian dan dosis optimal.
- Utamakan pemberian secara IV dibanding IM sebagai lokasi penyuntikan, jika mungkin
- Monitor TTV sebelum dan sesudah pemberian obat narkotik dengan dosis pertama atau jika ada catatan luar biasa.
- Cek pemberian analgesic selama 24 jam untuk mencegah terjadinya puncak nyeri tanpa rasa sakit, terutama dengan nyeri yang menjengkelkan
- Mengevaluasi efektivitas analgesic pada interval tertentu, terutama setelah dosis awal, pengamatan juga diakukan melihat adanya tanda dan gejala buruk atau tidak menguntungkan ( berhubungan dengan pernapasan, depresi, mual muntah, mulut kering dan konstipasi)
- Dokumentasikan respon pasien tentang analgesic, catat efek yang merugikan


Diagnosa 2. Kurangnya pengetahuan b.d keterbatasan teori
1. Pengetahuan: Proses Penyakit
   Indikator:
- Mendeskripsikan nama-nama penyakit
- Menjelaskan proses terjadinya penyakit
- Mendeskripsikan penyebab atau faktor-faktor pendukung
- Mendeskripsikan faktor-faktor resiko
- Mendeskripsikan akibat penyakit
- Mendeskripsikan tanda-tanda dan gejala
- Mendeskripsikan tindakan untuk meminimalkan perkembangan penyakit
- Mendeskripsikan komplikasi-komplikasi
- Mendesskripsikan tanda-tanda dan gejala-gejala komplikasi
- Mendeskripsikan tindakan pencegahan komplikasi

2. Pengetahuan: Pengobatan
Indikator:
- Mengenalkan semua ahli kesehatan yang melakukan tindakan pengobatan
- Menyatakan nama pengobatan yang benar
- Mendeskripsikan tindakan pengobatan
- Mendeskripsikan efek dari pengobatan
- Mendeskripsikan potensi dari reaksi yang merugikan ketika mengambil pengobatan yang lebih dari satu
- Mendeskripsikan administrasi pengobatan yang benar
- Mendeskripsikan teknik pemeriksaan diri
- Mendeskripsikan biaya pengobatan yag tepat
- Mendeskripsikan bagaimana pemilihan pengobatan yang tepat 1. Mengajarkan: individu

Aktifitas:
- Mengadakan kepercayaan pengajar, dengan tepat
- Menetukan pengetahuan yang dibutuhkan pasien
- Menghargai tingkat pengetahuan pasien yang sekarang dan konten yang dimengerti
- Menentukan kemampuan pasien untuk mempelajari informasi yang spesifik (misalnya: tingkat perkembangan, status fisiologis, orientasi, penyakit, keletihan, kebutuhan dasar yang tidak dipenuhi, emosi, adaptasi terhadap penyakit)
- Meningkatkan kesiapan pasien untuk belajar, dengan tepat
- Memilih metode/strategi pembelajaran yang tepat
- Menyediakan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran
- Mengevaluasi prestasi pasien dari pernyataan objektif
- Memeriksa informasi yang salah taksir, dengan tepat
- Menyediakan waktu kepada pasien untuk bertanya dan mendiskusikan masalah

2. Mengajarkan: Menentukan Pengobatan
Aktivitas:
- Instruksikan pasien untuk mengenali karakteristik yang membedakan pengobatan, dengan tepat
- Informasikan pada pasien maksud dan tindakan di setiap pengobatan
- Instruksikan pada pasien takaran, perjalanan, dan waktu di setiap pengobatan
- Instruksikan pada pasien administrasi yan sebenarnya/permintaan di setiap pengobatan
- Informasikan pada pasien akibat dari pengobatan yang tidak dilakukan atau selanjutnya dilakukan dengan kasar, dengan tepat
- Instruksikan pada pasien efek samping yang merugikan di setiap pengobatan
- Instruksikan pada pasien langkah apa yang diambil jika efek samping terjaidi
- Instruksikan pada pasien pengobatan yang mungkin/makanan yang mempengaruhi, dengan tepat

II. ASKEP POST-MASTEKTOMI
A. Pengkajian Pola Fungsional Gordon

Pola 1. Persepsi dan Manajemen Kesehatan
Kaji status kesehatan, status promosi dan praktek pencegahan kesehatan, persepsi pengobatan atau perawawatan, follow up perawatan.
Biasanya pasien tidak tentang perawatan setelah operasi.
Pada kasus, pasien tidak mau mobilisasi karena khawatir jahitannya lepas, tidak makan telur atau ikan karena takut lukanya gatal.

Pola 2. Nutrisi dan Metabolisme
Kaji pola makan, keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit, kesulitan menelan, diet khusus, BB, postur tubuh, tinggi badan.
Biasanya pasien akan mengalami penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan karena memikirkan penyakit yang dideritanya.
Pada kasus, pasien tidak mau makan telur dan ikan.

Pola 3. Eliminasi
Kaji BAB dengan jumlah feses, warna feses dan khas, BAK dengan jumlah urine, warna urine dengan kejernihan.
Biasanya tidak mengalami gangguan.

Pola 4. Tidur dan Istirahat
Kaji frekwensi dan durasi periode istirahat tidur, penggunaan obat tidur, kondisi lingkungan saat tidur.
Tanda : insomnia akibat nyeri.

Pola 5. Aktivitas dan Latihan
Kaji aktivitas sehari-hari bekerja
Tanda : biasanya merasa kesulitan untuk melakukan aktivitas karena nyeri.
Pada kasus, pasien tidak mau mobilisasi karna takut jahitannya lepas.

Pola 6. Sensori dan Kognitif
Kaji kemampuan melihat dan mendengar serta meraba, disorientasi, reflek.
Biasanya pasien mengalami gangguan karna nyeri pada bekas luka operasi.

Pola 7. Persepsi dan Konsep Diri
Kaji perasaan harga diri, sikap tentang dirinya, identitas diri, dan pola emosional.
Pasien biasanya mengalami peningkatan rasa kekhawatiran tentang penyakit yang dideritanya serta pada pasien juga akan mengalami harga diri rendah.
Pada kasus, pasien merasa malu dengan kondisinya, dan khawatir kalau dia akan di jauhi.

Pola 8. Hubungan dan Peran
Kaji hubungan dengan orang lain dan keluarga. Kaji peran kelurga dan peran sosial, kepuasan dan ketidakpuasan dengan peran, persepsi terhadap peran yang terbesar dalam hidup.
Pasien biasanya akan mengalami gangguan peran hubungan karena pasien merasa tidak percaya diri lagi.
Pada kasus, pasien merasa akan dijauhi oleh orang lain.

Pola 9. Seksual dan Reproduksi
Kaji kepuasan atau ketidakpuasan dengan seks, pola reproduksi ; menstruasi.
Pada pasien biasanya mengalami masalah karena kanker yang merusak payudaranya.
Pada kasus, pasiaen mengeluh apakah suaminya masih menyayanginya dan mau menerimanya.

Pola 10. Stres dan Koping
Metode untuk mengatasi atau koping terhadap stres, mendefinisakan stressor, toleransi terhadap stress, efektifitas koping.
Pasien biasanya mengalami kecemasan, kekhawatiran terhadap proses penyembuhan penyakitnya.
Pasien mengatasi masalah stressnya dengan menceritakan keluhannya pada perawat.

Pola 11. Nilai dan Kepercayaan
Kaji nilai, tujuan, dan kepercayaan berhubungan dengan pilihan, atau membuat keputusan, kepercayaan spiritual, isu tentang hidup yang penting, hubungan antara pola nilai kepercayaan dengan masalah dan praktek kesehatan.

B. Diagnosa/NANDA, outcome/NOC, dan intervensi/NIC
1. Nyeri akut berhubungan dengan prosedur pembedahan
2. Risiko infeksi berhubungan dengan sisi masuknya organisme sekooder terhadap pembedahan (luka operasi).
3. Harga diri rendah berhuhungan perubahan penampilan terhadap hal sekunder hilangnya bagian tubuh.
4. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan sekunder terhadap hilangnya bagian tubuh.
5. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri/ketidaknyamanan.
6. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang terpajan informasi
Diagnosa 1. Risiko infeksi b.d



A. Diagnosa post mastektomi

1. Kurangnya Pengetahuan b.d Keterbatasan teori
Pengertian : ketiadaan atau kekurangan informasi teori yang berhubungan yang berhubungan dengan suatu topik tertentu/spesifik.

DS: pasien tidak mau bergerak karena khawatir jahitannya lepas, pasien tidak mau makan ikan atau telur karena takut lukanya gatal.
Kriyeria hasil :
• Pengetahuan: Perawatan Penyakit
Indikator:
 Diet
 Proses penyakit
 Mengontrol infeksi
 Menjelaskan aktifitas
 Prosedur pengobatan
 Cara pengobatan

• Pengetahuan: Mengontrol Infeksi
Indikator:
 Mendeskripsikan tanda-tanda dan gejala
 Mendeskripsikan prosedur penyaringan
 Mendeskripsikan prosedur pemeriksaan
 Mendeskripsikan tindak lanjut dari diagnosa infeksi

Intervensi Keperawatan
• Mengajarkan : Setelah Operasi
Pengertian: membantu pasien untuk memahami dan mempersiapkan mental mengahadapi perawtan dan periode kesembuhan setelah operasi

Aktifitas:
 Informasikan kepada pasien berapa lama perawatan diharapkan berlangsung
 Menentukan pengalaman pasien yang berhubungan dengan pembedahan sebelumnya dan tingkat pengetahuan yang berhubungan dengan perawatan
 Menyediakan waktu kepada pasien untuk bertanya dan mendiskusikan masalah
 Mendeskripsikan berbagai pengobatan setelah operasi, efek yang akan terjadi pada pasien, dan dasar pemikiran untuk mengguanakannya
 Mendiskusikan tindakan pengontrolan penyakit yang mugkin dengan tepat
 Menjelaskan maksud dari tujuan setelah operasi
 Mendeskripsikan rutinitas sesudah operasi/perlengkapan
 Menginstruksikan pasien pada teknik keluar tempat tidur, dengan tepat
 Instruksikan pasien pada batuk, dan pernafasan dalam
 Menekan pentingnya ambulasi dengan segera
 Informasikan pada pasien tentang bagaimana mereka dapat membantu proses penyembuhan
 Instruksikan pasien menggunakan teknik koping langsung untuk mengontrol aspek yang spesifik dari pengalaman (contoh: relaksasi dan imajinasi), dengan tepat
• Mengajarkan: Menentukan Diet
Aktivitas:
 Menghargai tingkat pengetahuan pasien yang sekarang dan konten yang ditentukan
 Menentukan pasien/sikap atau perasaan lain yang penting ke arah diet yang ditentukan dan mengharapkan derajat tingkat dari pemenuhan berkenaan dengan aturan makan
 Menginstruksikan pasien pada istilah yang tepat dari diet yang ditentukan
 Menjelaskan maksud dari diet
 Menginformasikan pasien tentang berapa lama diet harus diikuti
 Menginstruksikan pasien tentang bagaimana menjaga makanan setiap hari, dengan tepat
 Menginstruksikan pasien untuk memakan makanan yang dibolehkan dan yang dilarang
 Menginformasikan pasien untuk penggunaan obat/makanan yang tepat, dengan tepat
 Membantu pasien untuk mengganti bahan yang sesuai dengan resep favoritnya untuk menentukan diet
 Menginstruksikan pasien mengenai bagaimana membaca table dan memilih makanan yang tepat
 Mengobservasi pilihan pasien dari makanan yang tepat untuk menetukan diet
 Menginstruksi pasien tentang bagaimana merencanakan makanan yang tepat
 Menyediakan daftar perencanaan makanan, dengan tepat
 Merekomendasikan buku masakan yang di dalamnya terdapat resep yang tepat untuk diet, dengan tepat
 Menyerahkan pasien kepada ahli/piñata diet/ahli ilmu gizi, dengan tepat
 Memasukkan keluarga/orang lain yang penting, dengan tepat
2. Gangguan Citra Tubuh

PENDIDIKAN KESEHATAN YANG DAPAT DI BERIKAN OLEH PERAWAT

1. Pendidikan kesehatan peningkatan konsep diri positif perlu diberikan kepada klien guna meningkatkan kualitas hidupnya. Dilakukan dengan cara menjelaskan pada klien tentang proses penyakit yang dideritanya mulai dari definisi, faktor resiko, gejala dan efek terapi dari kanker yang sesuai dengan klien. Penjelasan ini bertujuan agar klien dapat mengetahui keadaan sebenarnya dan dapat menerima kenyataan yang terjadi pada dirinya agar tidak terlarut dalam kesedihan atau sampai mengingkari bahkan menolak (Kurnia, 2008).

2. Pendidikan kesehatan selanjutnya yang diberikan adalah mengenai perawatan kanker itu sendiri. Klien dapat diajarkan berbagai hal mengenai perawatan kankernya untuk meningkatkan gambaran diri dan harga dirinya, seperti: pada klien dengan kanker payudara yang telah melakukan operasi pengangkatan total payudara, klien tidak perlu merasa dirinya tidak menarik lagi karena klien masih dapat menggunakan bra berbusa,. (Chris, 2009).


3. Menganjurkan klien memahami item-item dari konsep diri dan terapi psikologis seperti tetap aktif dan bergembira. Tetap aktif dan bergembira merupakan terapi untuk melawan, mencegah, serta mengurangi efek kanker. Selama menjalani hidup dengan kanker, tetaplah aktif dan berusaha untuk merasa bahagia, air mata kesedihan tidak banyak menolong, bahkan membuat mental semakin merosot dan putus harapan. Klien tetap dapat diajarkan kembali mengembalikan perannya sebagai istri dan ibu, walaupun dengan aktivitas yang minimal (Junaidi, 2007).

4. Tetap optimis, merupakan salah satu terapi psikologis yang dapat meningkatkan konsep diri klien. Menganjurkan klien berpikir positif dan rasional serta memiliki cita-cita atau keyakinan untuk kesembuhannya, bahwa kanker harus dihadapi dan klien tidak boleh menyerah. Meyakinkan pada klien bahwa klien akan melakukan apa saja yang diperlukan untuk hidup. Klien dapat mengatakan pada diri sendiri dengan berkata langsung bahwa ukuran kanker semakin mengecil dan berhenti menyebar, yang akhirnya menghilang (Jelsoft, 2000).

5. Terapi doa, dengan adanya terapi doa klien dapat lebih mendekatkan diri pada yang Maha Kuasa. Meyakinkan pada klien bahwa segala sesuatunya dapat terjadi atas kehendak Tuhan. Jika dunia alamiah tidak dapat memberikan pertolongan untuk kembali sehat, saat itulah dunia Illahi mengambil alih situasi, dan Tuhan melakukan semua yang tidak dapat kita lakukan. Bila Dia berkehendak, kanker dapat sembuh total (Junaidi, 2007).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar