Sabtu, 16 Juli 2011

gangguan keseimbangan asam-basa di dalam tubuh



            Keseimbangan asam-basa di dalam tubuh perlu di jaga karena adanya perubahan ion H+ atau pH sedikit saja dari nilai normal dapat menyebabkan gangguan kesetimbagan dalam ubuh dan menyebabkan kematian.
Konsentrasi ion Hidrogen cairan ekstraseluler dalam keadaan normal = 4x10-8 M, pH = 7,4. pH normal darah arteri = 7,4
bila (H+) >  (H+) normal dan pH > pH normal disebut Asidosis, namun bila (H+) < (+) normal dan pH > pH disebut Alkalosis. Batas pH yang masih dapat di tanggulangi oleh tubuh adalah 6,8-7,8, bila pH < 6,8 dan > 7,8 dapat menyebabkan kematian.
Namun jika pH berkisar antara 6,8-7,35 atau 7,45-7,8 akan menyebabkan gangguan pada keseimbagan asam-basa di dalam tubuh. Ada beberapa gangguan keseimbangan asam-basa di dalam tubuh yaitu :
·       Asidosis Metabolik
·      Alkalosis Metabolik
·      Asidosis Resporatorik
·      Alkalosis Respiratorik




Berikut ini hubungan dari keempat gangguan tersebut di dalam tubuh :
Gangguan
pH
P CO2
HCO3-
Tanda & gejala/ contoh
Asidosis Metabolik
Turun
pH < 7
Peningkatan kecepatan pernapasan
Kekurangan bikarbonat
Diare, muntah, dll. Menyebabkan : obstruksi saluran pernapasan, pneumonia
Alkalosisi metabolik
Meningkat pH > 7
Bernapas secara berlebihan (hiperventilasi)
Kelebihan bikarbonat
kehilangan sejumlah asam lambung selama periode muntah yang berkepanjangan atau bila asam lambung disedot dengan selang lambung (seperti yang kadang-kadang dilakukan di rumah sakit, terutama setelah pembedahan perut).
Asidosis Respiratorik
 pH < 7,4
Pa CO2 < 45 mmHg
Peningkatan di dalam serum
terjadi bila penyakit-penyakit dari saraf atau otot dada menyebabkan gangguan terhadap mekanisme pernafasan.
Selain itu, seseorang dapat mengalami asidosis respiratorik akibat narkotika dan obat tidur yang kuat, yang menekan pernafasan.

Alkalosis Respiratorik

pH > 7,4
Pa CO2 < 35 mmHg
penurunan
rasa nyeri
- sirosis hati
- kadar oksigen darah yang rendah
- demam
- overdosis aspirin


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar