Minggu, 12 Februari 2012

puisi (Bagian Hatimu)


Bagian Hatimu

Catatan tenatang jiwa wahai mantan kekasihku
Jika aku menjelamamu maka gelap mataku seperti rembualan
Dan
Jika aku menemanimu seperti pagi
Aku masih saja merasa dingin dan kesepian

Andai beda tak lagi ada
Menghempas luka yang tertitip pada gurat wajah sebab kemarin
Angin mengelus dadaku dengan lara yang dijabarkan dengan air mata
Karena luka kembali demakin menangga
Pedih menjadi kawan bicara pada lirih suara hujan di hati ini
Percayalah, ada pun demikan kan menjadi debu

Ingin menerka di balik kabut abu
Tentangmu yang ada dan tiada
Tetang dia yang duduk bertengger di pelupuk hatimu yang lain
Pun tetangku yang berbisik terbata-bata tanpa suara
Di gemuruh hatimua
Tetang dia yang duduk bertengger di pelupuk hatimu yang lain
Pun tetangku yang berbisik terbata-bata tanpa suara
Di gemuruh hatimu ang menjadi bagianku
Ingin kubercerita tanpa jedah pada sumpahmu yang bisu
Membuatmu tidur dengan dongeng-dongeng kelakahan
Yang kuajarkan pada malam hari

Kini….
Aku menjadi malam yang kau tawarkan
Dann emngigau nammu pada ppagi hari
Andai kau tau itu!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar