Sabtu, 24 September 2011

wisata ke Bengkulu

hai hai.... alhmdulillah bisa juga nulis blog tentang kota Bengkulu dan tempat2 wisatanya...
mmmm.....sudah siapkah kamu wisata mata ke Bengkulu???
oke oke....aku akan mulai dari peta lokasi Bengkulu...
guys...loe2 pada tau kan diman tu Bengkulu? jagan bilang gak tau deh. IPSmu jelek ya dulu?? hqhqhqhq.... bercnda :P
pernah ada yang tanya ke aku dimana aku tinggal terus ku bilang gini "orang tuaku sekarang tinggal di Bengkulu", trus yang nanya ngangguk2.... kirain dia tau dmn Bengkulu. ujung2nya doi tanya.... "btw Bengkulu dimana ya??? di daerah Sulawesi ato Papua??"
grrrrrrr.... gila ni orang malu2in aja. iiiwww.... jadi ngagakak aku dalam hati. ya... aku jelasin aja deh Bengkulu itu tetangganya Jambi, Palembang n lampung...
hadooow...masa gak tau sih kota yang langganan gempa bumi sampai sekarang??? atau kota yg terkenal dengan bunga bangkai raksasanya alias bunga Raflessia??? kamu kemana aja sih??? (tapi aku bilang dalam hati tu sob) xixixix....parah tu orang.

oya guys, aku dah lama tinggal di Bengkulu, tahun 2000 keluargaku pindah dari Tarakan (kaltim)ke Bengkulu dan di tahun itu juga terjadi gempa dasyat mengguncang Bengkulu hingga Banyak kerusakan bagunan2 dan korban berjatuhan. gak cuma Tahun 2000 aja Bengkulu di guncang gempa tahun 2007 juga guys. dasyat baget gempanya uyy...

oiya, sampe lupa mau tunujkin lokasi kota Bengkulu ke kamu... hehehe
tu dia lokasi Bengkulu....

oke kawan, pesawat kita akan mendarat di Bandara Fatmawati-Soekarno ni.... jadi siapin dirimyuu yaaa :)
nah, ini gambar fatmawati-Soekarno airport guys....tu foto di ambil dari lahan parkirnya.
oke.... kita keiling2 Bengkulu ya guys. aku ajak kalian ke rumah penggasingan Bung Karno ya....
noh rumah bung Karno selama penggasingan guys..rumah ni udah beberapa kali direnovasi.
nah,,, selama diasingkan Beliau sempat mendesain ulang sebuah mesjid yang letaknya di tengah jalan utama kota Bengkulu guys.
Bung Karno sebagai arsitek bangunan tersebut tidak merubah secara keseluruhan, hanya bagian-bagian tertentu saja yang dirubah dan ditambah. Bagian dinding masjid ditinggikan 2 meter, dan bagian lantai ditinggikan 30 cm. Bung Karno memberikan ciri khas pada bagian atap dengan membentuk atap limasan kerucut dengan memberikan celah pada pertengahan atap sebagai sentuhan arsitektur tersendiri. Pada beberapa bagian bangunan ditambah tiang dengan ukiran dan pahatan berbentuk sulur-sulur di bagian atasnya dan dicat dengan warna emas..
ini dia mesjid bersejarah itu guys, mesjid kenang2an yg didesain ulang oleh Bung Karno..


guys, pada tau gx kalo Bengkulu berasal dari bahasa Melayu-Jawi kata bang yang berarti "pesisir" dan kulon yang berarti "barat", kemudian terjadi pegeseran pengucapan bang berubah menjadi beng dan kulon menjadi kulu.
Pada saat Inggris berada di Bengkulu terjadi peristiwa gempa bumi besar yang diiringi Tsunami yang membuat wilayah geografis Bengkulu berubah. Hal itu terjadi pada sekitar tahun 1700-1800. Kejadian itu sampai membuat Benteng Malbourough selama beberapa tahun dikosongkan...

ni dia gambar benteng malrborough yang di singgung diats guys...ni gambar gerbang bentengnya

nah kalo yg diats foto benteng dari dalam.... kelihatan ada makam dsan ya guys
nah ini gambar meriam di benteng Malrborough yang digunakan untuk perang guys...benteng Malrborough merupakan benteng pertahanan, Marlborough masih berfungsi terus pada masa kekuasaan Hindia-Belanda (1825--1942), Jepang (1942--1945), bahkan pada perang kemerdekaan Republik Indonesia. Sejak Jepang kalah hingga tahun 1948 benteng itu manjadi markas Polisi Republik Indonesia. Namun, pada tahun 1949--1950 Benteng Marlborough diduduki kembali oleh Belanda.

nah, aku bakalan ajak kamu ke pantai panjang nih....
gile ni pantai adalah pantai terbagus no 2 yg pernah aku kunjungi guys,,, sesudah pantai pulau pisang di Cerocok, padang, Sumatera Barat.
keren kan guys???? yup... ni foto pantai panjang dari udara

hemmm...pasti pesona ni pantai lekat bgt di mata n hati pembaca... ^_^


oke guys...sekarang kita ke pantai tapak paderi ya
guys, ini gambar pantai tapak di foto dari benteng Marlborough... cihuuy gax???

mmm....kalo gambar pantai tapak yg ini kelihatan gx guys danau buatan di tepi pantai. pemerintah kota Bengkulu berinisiatif membuat danau buatan di tepi pantai tapak ini guys. danau itu biasanya saat libur di jadikan tempat main bebek2an lho guys... yaaa... aku gx tau namannya yang jelas kalo kita mau main bebek air yg dikayuh kayak main sepeda mesti bayar...xixixi...zaman sekrang tak de yg gratisss guysss :P

oke kita lanjut ke Danau Dendam Tak Sudah ya guys...
kamu pasti penasarankan napa nama ni danau nyeremin bgt pdahal danau ini cantikkk deh. begini ceritanya, Danau Dendam Tak Sudah menyiratkan sebuah kisah tragis di baliknya. Menurut masyarakat setempat, nama danau ini dipercayai terkait dengan legenda sepasang muda-mudi. Mereka mengikat janji sehidup semati, tetapi kisah asmara mereka tak kesampaian, karena orangtua sang gadis tidak merestui. Dia dijodohkan dengan laki-laki lain, padahal benih-benih cinta di hati kedua remaja ini tidak bisa dipisahkan lagi. Kedua anak muda itu bunuh diri ke dalam danau. Konon sejak itu di dalam danau terdapat dua ekor lintah besar yang merupakan jelmaan sepasang kekasih tersebut.

hayo hayooo....pasti makin penasaran kan sama kelokan n pesona indah alam Bengulen kan??? yukzz...kalo ada waktu, kesmpatan n dana kamu bisa main ke sini. dijamin gak nyesel deh krn masih buanyak tempat2 wisata di luar kota Bengkulu guys. ni baru yg ada di kotanya aja. pesona Bengkulu juga gak kalah kok dibanding pantai Bali atau danau Toba.
oke deehh....cukup sekian wisata mata kita kali ini. ntar aku sambung deh wisata ke kota Padang, Sumatera Barat karena kebetulan aku lagi menuntut ilmu di Universitas Andalas Padang (slah satu Universitas terbaik seAsia Tenggara)...pamer dikit guys....xixixixi...
oke guys...bye bye... :)

Tarakan, Kalimantan Timur

hai...teman-teman....
pasti penasaran mau liat gimana tarakan itu kan??? tarakan emg indah...aku selalu merindukan tempat kelahiranku itu T_T entah kapan aku bisa kembali kesana..
yang jelas aku tinggal disana dari aku dilahirkan sampe umurku 8 tahun. kalimantan kutinggalkan terlalu banyak kenangan indah.... semoga suatu saat aku dan kamu bisa ke pulau tarakan ^_^
ni aku laitin foto2 suasana di tarakan. silakhan menikmati..... *_^

ini foto peta lokasi pulau Tarakan....Kota Tarakan, yang secara geografis terletak pada 3°14'23" - 3°26'37" Lintang Utara dan 117°30'50" - 117°40'12" Bujur Timur. Suhu udara minimum Kota Tarakan rata-rata 24,1 °C dan maksimum 31,1 °C dengan Kelembabab rata-rata 84,7%. Curah Hujan dalam 5 tahun terakhir rata-rata sekitar 308,2 mm/bulan dan penyinaran rata-rata 49,82%, telah memberikan julukan tersendiri bagi pulau ini sebagai daerah yang tak kenal musim.


ini foto Kondisi pusat kota Tarakan dari udara
keren kan??? hehehe

nah ini dia Juwata airport. aku punya cerita lucu disi sama adek, kakak n ayahku trsyg. huahahaha. lucu bagettt, tp cukup jdi cerita pribadi aja yaa...hihihhii

Tarakan memiliki satu buah bandara, yaitu Bandar Udara Juwata [22]. Bandara Juwata dibangung pada saat Belanda masih menjajah Indonesia, Bandara Juwata juga digunakan sebagai tempat pertama kalinya mendarat pesawat milik Jepang pada tahun 1942. Bandara ini terletak 3,5 km dari pusat kota. Maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara ini antara lain Batavia Air, Lion Air, Mandala Airlines, Sriwijaya Air, Wings Air dan lain-lain. Destinasi penerbangan di Bandara Juwata yaitu Jakarta, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Balikpapan dan lain-lain.


nah...aku ajak kamu wisata ya. lewat gambar aja...xixixi
yg diatas itu nama'y pantai amal. pantainya baguss deh. kalo kalian main kesana pasti bakal ketagihan deh. selain pasir pantai yang putih n air pantai yang warananya biru nenambah pesonanya juga banyak kerang2 didasar pantai... jadi pgen kesana lagi T_T
Pantai Amal ini, terdiri dari 2 buah pantai, yaitu pantai amal baru dan pantai amal lama, pantai ini terletak di Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur.

Obyek ini adalah salah satu obyek wisata unggulan di Kota Tarakan dan memiliki koleksi buaya dari beberapa wilayah di Kalimantan. Dengan luas sekitar 5 hektar, kegiatan penangkaran buaya telah dimulai sejak 1991. Ada tiga jenis buaya ditangkarkan di sini. Mereka adalah Buaya Muara (crocodylus porosus), Buaya Supit (tamistoma scheillius), dan Buaya Air Tawar (crocodylus siamlisus)..
wewewe...kagen liat buaya disini... hati2 kalo kamu kesini ya. soalnya dulu ni, buaya dkandang pernah lepas...ngeri ah. pas itu aku lagi liburan sama keluarga n dapet kbar gitu kami buru2 pulang deh...hehehehe

foto Masjid Islamic Center Baitul Izzah yang hampir selesai di bangun...
teman2 penduduk Tarakan ini didiami oleh suku asli Tidung, dalam perkembangannya sebagaimana daerah lain dihuni pula oleh suku-suku lain seperti, Suku Dayak, Banjar, Jawa, Bugis, Batak, Toraja, Tionghoa, dan lain-lain.
Pemeluk agama terbesar adalah Islam disamping Kristen, Hindu dan Budha.ada juga sekolah uamt protestan yang di gerbangnya langsung gereja. bagus pokoknya....

terus aku ajak deh kamu ke sini
nah, ini slah satu sekolah terfavorit di Tarakan. kalau gx slah ini foto SMP N 2 Tarakan. disini banyak suka duka buat aku, mama n masku. mamaku dulunya merupakan slah satu pengajar di sekolah ini. dulunya sekolah ini masih bagunan lama yang di buat Belanda dan ada kabar burun SMP ini dulunya merupakan Rumah Sakit Belanda....


masih kuat jalan2 mata ni kawan??? masih kan? oke...ni aku liatin foto kondisi jalan di Tarakan.... keren yaa?
foto ini adalah pusat kota Tarakan yang diambil dari ketinggian

kalo yang ini gambar pusat kota Tarakan pada malam hari... mmm.... metropolist juga kn...:)

ini gambar Swiss-Bell Hotel Tarakan pada malam hari

ini dia gambar Grand Tarakan Mall alias pusat perbelnjaan terbesar di Tarakan

this picture is Gusher Plaza, terletak dismping Hutan Mangrove, didalam Gusher Plaza terdapat ramayana, supermarket, KFC, EMI, time zone dan sebagainya.
hemmm...jadi inget foto mama sama temen2 beliau disini. n lucunya mama n temn2 ditegur sama mbak2 disana krn DILARANG AMBIL FOTO...hqhqhqhq...emg ibu2 narsizz tapi tetp aja berkodak2 ria :D


nah lo pada...pasti dah capek ya jalan2 mata'y??? tenang aja ini gambar terakhr kok.
ini gambar Dua gedung perkantoran yang berdampingan


sayang ya teman...aku gak dapat gambar hutan bakau di Tarakan, foto kilang minyak terbaru, air terjun dll. masih sangat banyak tempat wisata disana sob.
oiya....untuk dapatin air bersih tanpa minyak dan warna kuning air'y disana susah kawan. disana juga tempat pengeboran minyak jadi perairan disana ada yang tercemar minyak jadi susah mau mandi, masak n nyuci sob. biasanya kalo airnya jelek baget kami beli air untuk masak T_T itu kekurangannya. tapi jgan raguin sumber daya alam disana...melimpah sob!!! Tarakan jua termasuk pulau terkaya ke- 17 di indonesia sob! keren kan tempat lahirku... pasti penasarn kan???
ayooo dunk, qt nabung buat wisata kesana ^_^
oke kawan...lain waktu aq kasih info lagi ya tentang tempat tinggal baruku...BENGKULU ^_^ wasslm

Jumat, 23 September 2011

sifilis

A. Pengertian Seifilis




Sifilis ialah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Treponema Pallidum; sangat kronik dan bersifat sistemik. Dapat menyerang hampir semua alat tubuh, dapat menyerupai banyak penyakit, mempunyai masa laten, dan dapat ditularkan dari ibu ke janin. ( Adji Joanda, 2005 : 391 )
Penyakit yang sering disebut masyarakat Indonesia ‘Raja Singa’ disebabkan bakteri yang berasal dari famili spirochaetaceae ini, memiliki ukuran yang sangat kecil dan dapat hidup hampir di seluruh bagian tubuh. Spirochaeta penyebab sifilis dapat ditularkan dari satu orang ke orang yang lain melalui hubungan genito-genital (kelamin-kelamin) maupun oro-genital (seks oral). Infeksi ini juga dapat ditularkan oleh seorang ibu kepada bayinya selama masa kehamilan. Anda tidak dapat tertular oleh sifilis dari handuk, pegangan pintu atau WC duduk.

B. Etiologi
Penyebab penyakit in adalah Treponema Pallidum yang termasuk ordo spirochaetales familia, spirochaetacae dan genus treponema. Bentuk spiral panjang antara 6-15 m lebar 0,15 m. gerakan rotasi dan maju seperti gerakan membuka botol. Berkembang biak secara pembelahan melintang pembelahan terjadi setiap 30 jam pada stadium aktif.
C. Kasifikasi
1. Sifilis kogenital
 Dini (sebelum 2 tahun)
 Lanjut (sesudah 2 tahun)
 stigmata
2. Sifilis Akuista (didapat)
Sifilis akuista dibagi menurut 2 cara : secara kliniks dan epidemiolgi. Menurut cara pertama sifilis dibagi mennjadi 3 stadium : stadium I (SI), stadium II (SII) dan stadium III (SIII). Secara epidemiologic meurut WHO dibagi menjadi :
 Stadium dini menular (dalam 1 tahun sejak terinfeksi), terdiri atas SI, SII, stadium rekuren dan stadium laten dini.
 Stadium lanjut tak menular (setelah 1 tahun sejak terinfeksi), terdiri dari stadium laten lanjut dan S III.

D. Patogenesis
Stadium dini
T. Pallidum masuk ke kulit -> kuman berkembangbiak -> jaringan bereaksi-> membentuk infiltrat -> pembulu darah berproliferasi di kelilingi oleh T. pallidum -> sel meradang -> perubahan hipertrofik endothelium -> menimbulkan obliterasi lumen (enarteritis obliterans). Kehilangan pendarahan akan menyebabkan erosi, pada pemerksaan klinis akan tampak sebagai S I.
Sebelum S I terlihat kuman telah mencapai kelenjar getah bening regional secara limfogen dan membiak. Pada saat itu terjadi pula penjalaran hematogen dan menyebar ke semua jaringan tubuh, tetapi manifestasinya akan tampak kemudian. Multiplikasi ini diikuti oleh reaksi jaringan sebagai S II, yang terjadi enam sampai delapan bulanminggu sesudah S I. SI akan sembuh perlahan-lahan karena jumlah kuman di tempat tersebut semakin berkurang, kemudian terbentukalh fibroblast dan akhirnya sembuh berupasikatriks. S II juga mengalami regrasi pelahan-lahan dan lalu menjghilang.
Tibalah di stadium laten yang tidak disertai gejala, meskipun infeksinya masih aktif. Sebagai contoh ibu yang melahirkan bayi dengan sifilis kogenital.
Kadang-kadang imunitas tubuh gagal mengontrol infeksi sehingga T.pallidum sehingga kuman membiak lagi pada tempat S I dan menimbulkan lesi rekuren atau kuamn tersebut menyebar ke jaringan dan menyebabkan reaksi serupa lesi rekuren S II, yang terakhir ini lebih sering terjadi dari pada yang terdahulu. Lesi menular tersebut dapat timbul secara berulang-ulang namun pada umumnya tidak melebihi dari 2 tahun.

Stadium lanjut

Penularan sifilis adalah secara kontak langsung dari lesi infeksius. Treponema menembus selaput lendir, kemudian masuk ke kelenjar limfe, dari sini ia akan bermigrasi ke pembuluh darah, yang akhirnya dapat tersebar ke seluruh tubuh.
Perjalanan alamiah penyakit sifilis bila tanpa terapi akan melalui tahap-tahap:
1. Sifilis primer
2. Sifilis sekunder
3. Sifilis laten dini
4. Sifilis laten lanjut atau sifilis tertier benigna / sifilis kardiovaskuler / neurosifilis
5. Sifilis lanjut
Keterangan :
1. Sifilis Primer
• Ulkus di daerah genital eksterna, muncul + 3 minggu setelah coitus suspectus (hubungan seks yang dicurigai sebagai awal penularan).
• Lesi tunggal / multipel, ukuran 1-2 cm.
• Lesi dimulai dengan adanya papula yang mengalami erosi, keras, permukaan tertutup krusta, lama-kelamaan terbentuk ulserasi.
• Tepi ulkus meninggi, teraba keras (sehingga disebut ulkus durum / chancre).
• Pembesaran limfonodi inguinal bilateral akibat penjalaran treponema ke kelenjar limfe.
• Tidak terasa sakit, biasanya sembuh spontan dalam 4-6 minggu.
2. Sifilis Sekunder
• Muncul ruam pada kulit, selaput lendir, dan organ tubuh lain.
• Disertai gejala prodromal (demam, malaise).
• Lesi kulit simetris, berupa makula atau papula (menyerupai jerawat / acne atau psoriasis yang tidak sembuh-sembuh).
• Lesi dapat pula berupa folikulitis, papuloskuamosa, pustula.
• Pada rambut terjadi alopesia : moth-eaten alopecia (botak yang khas dari sifilis yaitu tepi botak yang tidak jelas seperti digigit tikus), letaknya pada oksipital.
• Kondilomata lata : papula basah di daerah lembab, warna keputihan, permukaan datar.
• Lesi yang timbul pada mukosa mulut, kerongkongan, atau serviks berbentuk plakat.
• Terjadi pembesaran kelenjar limfe multipel.
• Splenomegali.
3. Sifilis Laten Dini
• Merupakan stadium sifilis tanpa gejala klinis.
• Tes serologis reaktif (positif bila tes titer VDRL > 1 / 16).
• Berlangsung kurang dari setahun.
4. Sifilis Laten Lanjut
• Lesi berupa gumma (bentuknya hampir sama dengan ulkus durum / ulkus primer). Gumma dapat terjadi di semua organ. Gumma pada kulit berupa lesi granulomatous berbentuk nodul dengan ulserasi (nodulo-ulseratif) mengeluarkan cairan mirip getah atau perkejuan.
• Dapat terjadi endarteritis obliterans pada bagian ujung arteriola dan pembuluh darah kecil yang menyebabkan terjadinya peradangan dan nekrosis.
• Dapat terjadi neurosifilis atau kardiosifilis.
5. Sifilis Pada Kehamilan dan Sifilis Kongenital
• Infeksi janin terjadi pada umur 10 minggu.
• Infeksi ibu yang terjadi pada tingkat dini bila tidak diobati akan menular ke bayi.
• Semakin lama ibu terkena infeksi (maksudnya semakin lama jarak antara infeksi dan kehamilan), maka semakin sedikit kemungkinan menginfeksi janin.
a. Sifilis Kongenital Dini
• Yaitu sifilis kongenital yang muncul sebelum umur 2 tahun
• Lesi kulit terjadi segera setelah lahir, berupa lesi vesikobulosa yang akan berlanjut menjadi erosi. Beberapa minggu kemudian dapat terjadi papuloskuamosa
• Pada mukosa hidung dan pharing terjadi perdarahan
• Pada tulang dapat terjadi osteokondritis tulang panjang
• Anemia hemolitik
• Hepatosplenomegali
• Gangguan SSP (kejang-kejang)
b. Sifilis Kongenital Lanjut
• Yaitu sifilis kongenital yang muncul sesudah umur 2 tahun
• Keratitis interstisialis terjadi pada umur pubertas dan bilateral
• Gigi Hutchinson (gigi yang kecil seperti gergaji akibat gangguan pembentukan gigi susu sentral)
• Gigi Mulberry (gigi berbentuk kubah menyerupai buah mulberry)
• Gangguan saraf pusat VIII – tuli
• Neurosifilis
• Sklerosis tulang yang memberi gambaran seperti pedang (saber appearance)
• Rhagade (garis-garis sekitar mulut, mata, lubang hidung akibat sikatriks radier)
• Gangguan kardiovaskular
E. Penatalaksanaan
Penderita sifilis diberi antibiotik penisilin (paling efektif). Bagi yang alergi penisillin diberikan tetrasiklin 4 500 mg/hr atau eritromisin 4 500 mg/hr atau doksisiklin 2 100 mg/hr. Lama pengobatan 15 hari bagi S I & S II dan 30 hari untuk stadium laten. Eritromisin diberikan bagi ibu hamil efektifitas meragukan. Doksisiklin memiliki tingkat absorbsi lebih baik dari tetrasiklin yaitu 90-100% sedangkan tetrasiklin hanya 60-80%.
Obat lain adalah golongan sefalosporin misalnya sefaleksin 4 500 mg/hr selama 15 hari Sefaloridin memberi hasil baik pada sifilis dini Azitromisin dapat digunakan untuk S I dan S II.
F. Komplikasi
• Penyakit kardiovaskular
• Penyakit system saraf pusat
• Glomerulonefritis membranosa
• Paroxysmal cold hemoglobinemia
• Kerusakan organ
• Jarisch-Herxheimer reaction, ditandai oleh demam, menggigil, sakit kepala, myalgia, rash baru yang biasanya muncul pada awal pengobatan (pada sifilis primer atau skunder, namun jarang terjadi pada sifilis tersier) akibat lisis treponema dan harus dibedakan bukan merupakan reaksi terhadap antibiotik. Biasanya penatalaksanaannya dengan pemberian antihistamin dan antipiretik.
B. Asuhan Keperawatan
1. Identitas Klien
• Nama
• Umur
• Jenis kelamin
• Alamat
• Agama
• Pendidkan
2. Riwayat Kesehatan
• Keluhan Utama : keluhan yang mengakibatkan klien masuk ke Rumah Sakit. Biasanya klien mengeluh bahwa munculnya luka yang kemerahan dan basah di daerah vagina atau penis, poros usus atau mulut. Selain itu para penderita juga akan mengalami ruam, khususnya di telapak kaki dan tangan. Mereka juga dapat menemukan adanya luka-luka di bibir, mulut, tenggorokan, vagina dan dubur. Gejala-gejala yang dialami mirip dengan flu, seperti demam dan pegal-pegal.
• Riwayat Kesehatan Sekarang : riwayat kesehatan yang berhubungan dengan penyakit yang diderita klien. Biasanya klien akan mengeluh bahwa penderita menderita luka di daerah alat kelaminnya. Timbul ruam dan disertai demam, flu dan pegal pegal. Luka tersebut tidak hanya di bagian kelamin klien juga terdapat di bibir, mulut dan tenggorokan.
• Riwayat Kesehatan Dahulu : Riwayat kesehatan dahulu biasanya berhubungan dan bisa menyebabkan klien menderita penyakit ini, contohnya seperti HIV/AIDS. Kaji apakah klien mempunyai kebiasaan sex bebas, tidak menggunakan alat kontrasepsi yang baru dan steril dan menggunankan lagi pada pasangan lain.
• Riwayat Kesehatan Keluarga : kaji apakah sewaktu hamil menderita penyakit yang serupa atau menderita penyakit yang bisa menimbulkan penyakit sifilis ini.
3. Pemeriksaan Laboratorium
1. Pemeriksaan mikroskop medan gelap (dark field) : Ulkus / lesi dibersihkan dengan NaCl, kemudian ambil serum yang keluar, diletakkan pada object glass, lalu dilihat di bawah mikroskop. Apabila tidak ditemukan T. pallidum, lakukan lagi selama 3 hari berturut-turut.
2. Tes serologis dengan antibodi serum : VDRL atau TPHA
- Tes VDRL (Venereal Disease Research Laboratory) menggunakan antigen kardiolipin, bersifat tidak spesifik karena sebagian besar penyakit kolagen akan positif pada tes ini. Namun tes VDRL cukup diandalkan untuk penapisan (screening) karena murah dan mudah dikerjakan. Tes VDRL dinyatakan positif bila titernya > 1/16.
- Tes TPHA (Treponema Pallidum Hemaglutinin Assay) bersifat lebih spesifik, tetapi mahal dan sulit dikerjakan.
Terapi
1. Sifilis primer & sekunder
• Benzatin penisilin G 2,4 juta IU, IM, dosis tunggal
• Untuk anak : 50.000 IU/kg , IM, dosis tunggal
2. Sifilis laten
• Sifilis laten dini : Benzatin penisilin G 2,4 juta IU, IM, dosis tunggal
• Sifilis laten lanjut : Benzatin penisilin G 2,4 juta IU, IM/minggu, selama 3 minggu
• Anak : 50.000 IU/kg, IM, dosis tunggal, atau 50.000 IU/kg, IM/minggu, selama 3 minggu
3. Sifilis tersier
• Benzatin penisilin G 2,4 juta IU/minggu, selama 3 minggu
• Tindak lanjut : ulang tes serologis setelah 6, 12, dan 24 bulan
• Terapi berhasil jika titer turun 4 kali lipat
4. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan kulit kelamin



5. Pemeriksaan Gordon
Pengkajian 11 PolaFungsional Gordon:
a. Pola Persepsi Kesehatan
• Tanyakan kepada klien apakah ada riwayat infeksi sebelumya, apakah pengobatan sebelumnya tidak berhasil, adanya riwayat mengonsumsi obat-obatan tertentu, mis., vitamin; jamu, adakah konsultasi rutin ke Dokter, apakah hygiene personal yang kurang, dan apakah lingkungan tempat tinggal kien kurang sehat, tinggal berdesak-desakan.
• Tanyakan bagaimana pandangan klien terhadap penyakit yang dideritanya, apakah klien mengetahui apa penyebab penyakitnya, gejala gejala penyakitnya, dan dampak dari penyakit yang dideritanya.
b. Pola Nutrisi Metabolik
• Tanyakan kepada klien pola makan sehari-hari : jumlah makanan, waktu makan, berapa kali sehari makan, kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu: berminyak, pedas, jenis makanan yang disukai. Apakah nafsu makan menurun, adanya muntah-muntah, penurunan berat badan.
c. Pola Eliminasi
• Tanyakan pada klien apakah sering berkeringat dan tanyakan pola berkemih dan defekasi klien. Apakah terjadi perubahan sebelum klien menderita sakit dan selama klien sakit. Apakah warna eliminasi dan defekasi klien terdapat darah, bernanah dan bagaimana bau dari

d. Pola Aktivitas dan Latihan
• Tanyakan pada klien apakah ada pemenuhan sehari-hari yang terganggu, kelemahan umum, malaise.Toleransi terhadap aktivitas rendah, mudah berkeringat saat melakukan aktivitas ringan dan adanya perubahan pola napas saat melakukan aktivitas.
e. Pola Tidur dan Istirahat
• Tanyakan pada klien apakah klien merasa kesulitan tidur pada malam hari karena stres dan adanya mimpi buruk.

f. Pola Persepsi Kognitif
• Tanyakan klien apakah ada perubahan dalam konsentrasi dan daya ingat dan pengetahuan klien akan penyakitnya.

g. Pola Persepsi dan Konsep Diri
• Tanyakan pada klien apakah ada perasaan tidak percaya diri atau minder dan perasaan terisolasi.

h. Pola Hubungan dengan Sesama
• Tanyakan klien apakah klien hidup sendiri atau berkeluarga apakah frekuensi interaksi berkurang dan apakah ada perubahan kapasitas fisik untuk melaksanakan peran.



i. Pola Reproduksi Seksualitas
• Tanyakan pada klien apakah ada gangguan pemenuhan kebutuhan biologis dengan pasangan dan apakah penggunaan obat KB mempengaruhi hormon.

j. Pola Mekanisme Koping dan Toleransi Terhadap Stress
• Tanyakan pada klien apakah emosi klien stabil, apakah klien ansietas, takut akan penyakitnya dan pakah ada disorientasi, gelisah.

k. Pola Sistem Kepercayaan
• Tanyakan perubahan dalam diri klien dalam melakukan ibadah dan agama yang dianut klien.

Senin, 22 Agustus 2011

ASKEP Diare

A.      DEFINISI
Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 cc/jam tinja). Dengan tinja berbentuk cair /setengan padat, dapat disertai frekuensi yang meningkat.
Menurut WHO (1980), diare adalah buang air besar encer lebih dari 3 x sehari. Diare terbagi 2 berdasarkan mula dan lamanya , yaitu diare akut dan kronis (Mansjoer,A.1999,501).
Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau cair. (Suriadi,Rita Yuliani,  2001).
Diare didefinisikan sebagai buang air besar lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering dari biasanya (3 kali atau lebih dalam sehari) (Depkes RI Ditjen PPM dan PLP, 2002).
Diare merupakan salah satu penyakit yang paling banyak terjadi pada masa kanak-kanak, didefenisikan sebagai peningkatan dalam frekuensi, konsistensi, dan volume dari feces (Mc.Kinney, Emily Stone et al, 2000).

B. JENIS DIARE
Ada beberapa jenis diare, yaitu:
1.    Diare cair akut, yaitu 
diare yang berlangsung kurang dari 14 hari (umumnya kurang dari 7 hari) dengan pengeluaran tinja yang lunak atau cair yang sering dan tanpa darah, mungkin disertai muntah dan panas. Akibat diare akut adalah dehidrasi, sedangkan dehidrasi merupakan penyebab utama kematian bagi penderita diare.

2.    Disentri, yaitu 
diare yang disertai darah dengan atau tanpa lendir dalam tinjanya. Akibat disentri adalah anoreksia, penurunan berat badan dengan cepat, kerusakan mukosa usus karena bakteri invasif.

3.    Diare persisten, yaitu 
diare yang mula-mula bersifat akut namun berlangsung lebih dari 14 hari. Episode ini dapat dimulai sebagai diare cair atau disentri. Akibat diare persisten adalah penurunan berat badan dan gangguan metabolisme.

4.    Diare dengan masalah lain
Anak yang menderita diare (diare akut dan persisten) mungkin juga disertai dengan penyakit lain seperti demam, gangguan gizi, atau penyakit lainnya. Tatalaksana penderita diare ini berdasarkan acuan baku diare dan tergantung juga pada penyakit yang menyertainya.

Menurut pedoman MTBS (2000), diare dapat dikelompokkan menjadi : 
  • Diare akutterbagi atas diare dengan dehidrasi berat, diare dengan dehidrasi sedang, diare dengan dehidrasi ringan
     
  • Diare persitenjika diare berlangsung 14 hari/ lebih. Terbagi atas diare persiten dengan dehidrasi dan persiten tanpa dehidrasi 
     
  • Disentrijika diare berlangsung disertai dengan darah

Pedoman MTBS tentang klasifikasi diare
Tanda dan gejala yang tampak
Klasifikasi
Terdapat 2 atau lebih tanda dan gejala berikut :
-  Letargi/ tdk sadar
-  Mata cekung
-  Tdk bisa minum/malas minum
-  Cubitan kulit perut kembalinya sangat lambat
diare dengan dehidrasi berat
Terdapat 2 atau lebih tanda dan gejala berikut :
-  Gelisah, rewel atau mudah marah
-  Mata cekung
-  Haus, minum dengan lahap
-  Cubitan kulit perut kembalinya lambat
dehidrasi dengan dehidrasi ringan/ sedang
Tdk cukup tanda2 untuk diklasifikasikan sebagai dehidrasi berat atau ringan/ sedang
diare tanpa dehidrasi
Diare selama 14 hari atau lebih disertai dengan dehidrasi
diare persiten berat
Diare selama 14 hari atau lebih tanpa disertai dengan dehidrasi
diare persiten
Terdapat darah dalam tinja (berak campur darah)
disentri


B.     ETIOLOGI
                  etiologi

Masalah keperawatan
Infeksi
V


Masuk ke tubuh dan berkembang di usus

V


Hipersekresi air dan elektrolit
( isi rongga usus    )

V








Diare
V



Frekuensi BAB meningkat
V

Kehilangan cairan dan elektrolit berlebihan


Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
Malabsopsi karbohidrat, protein dan lemak


V


Tek. Osmotic


V


Pergeseran air dan elektrolit ke rongga usus


V


                              diare


Gangguan integritas kulit perianal
Factor makanan


V


Terkontaminasi oleh bakteri/ zat toksik
V               V

Hiperperistaltik          peristaltic usus -
Kesempatan usus  menyerap mkanan

             V            bakteri menumpuk


   di dalam usus
           V
       Diare                                           
                            




Factor psikologik
                                    V
                           Cemas/ panic


V


gangguan pencernaan
astritis (upper abdominal syndrome), sindrom fungsional hipogastrium (lower abdominal syndrome), dan aerofagi.


V


                              diare


V


Napsu makan (-)

Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi







Ga
ngguan pemenuhan kebutuhan nutrisi


D. MANIFESTASI KLINIS

Tanda dan gejala anak yang menderita diare, yaitu:
  1. Bayi atau anak menjadi cengeng dan gelisah
  2. Suhu tubuh meninggi
  3. Feces encer, berlendir atau berdarah
  4. Warna feces kehijauan akibat bercampur dengan cairan empedu
  5. Anus lecet
  6. muntah sebelum dan sesudah diare
  7. Gangguan gizi akibat intake makanan kurang
  8. Terdapat tanda dan gejala dehidrasi, yaitu penurunan berat badan, turgor kulit berkurang, mata dan ubun-ubun besar cekung, membran mukosa kering.
E. KOMPLIKASI
Sebagai akibat kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak, dapat terjadi berbagai macam komplikasi, seperti:
  1. Dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonic, hipertonik)
  2. Renjatan hipovolemik
  3. Hipokalemia
  4. Hipoglikemia
  5. Intoleransi laktosa sekunder
  6. Kejang, terutama pada dehidrasi hipertonik
  7. Malnutrisi energi protein
F. PENATALAKSANAAN
Secara umum penatalaksanaan diare akut ditujukan untuk mencegah dan mengobati dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, malabsorpsi akibat kerusakan mukosa usus, penyebab diare yang spesifik, gangguan gizi serta mengobati penyakit penyerta. Untuk memperoleh hasil yang baik pengobatan harus rasional.
  1. 1. Pemberian cairan pada diare dehidrasi murni
  2. a. Jenis cairan
1)   Cairan rehidrasi oral
  • Formula lengkap, mengandung NaCl, NaHCO3, KCl, dan Glukosa
  • Formula sederhana, hanya mengandung NaCl dan sukrosa atau karbohidrat lain.
2)    Cairan parenteral
  1. b. Jalan pemberian cairan
1)   Peroral untuk dehidrasi ringan, sedang dan tanpa dehidrasi dan bila anak mau minum serta kesadaran baik.
2)   Intragastrik untuk dehidrasi ringan, sedang atau tanpa dehidrasi, tetapi anak tidak mau minum, atau kesadaran menurun.
3)   Intravena untuk dehidrasi berat.
  1. c. Jumlah cairan
Jumlah cairan yang hilang didasarkan pada berat badan dan usia anak
  1. d. Jadwal pemberian cairan
1)   Belum ada dehidrasi
  • Oral: 1 gelas setiap kali anak buang air besar
  • Parenteral dibagi rata dalam 24 jam
2)   Dehidrasi ringan
  • 1 jam pertama: 25-50 ml/kgBB peroral atau intragastrik
  • Selanjutnya: 125 ml/kgBB/hari
3)   Dehidrasi sedang
  • 1 jam pertama: 50-100ml/kgBB peroral atau intragastrik
  • Selanjutnya: 125 ml/kgBB/hari
4)   Dehidrasi berat
Jadwal pemberian cairan didasarkan pada umur dan BB anak
  1. 2. Pengobatan dietetik
  2. Untuk anak di bawah 1 tahun dan anak di atas 1 tahun dengan berat badan kurang dari 7 kg, jenis makanannya adalah:
  • Susu (ASI dan atau susu formula yang mengandung rendah laktosa dan asam lemak tak jenuh)
  • Makanan setengah padat (bubur susu) atau makanan padat (nasi tim)
  • Susu khusus, sesuai indikasi kelainan yang ditemukan
  1. Untuk anak di atas 1 tahun dengan berat badan lebih dari 7 kg. Jenis makanannya adalah makanan padat atau makanan cair/ susu sesuai dengan kebiasaan makan di rumah.
  1. 3. Obat – obatan
Prinsip pengobatan diare adalah menggantikan cairan yang hilang melalui tinja dengan atau tanpa muntah, dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa atau karbohidrat lain (gula, air tajin, tepung beras, dll)
  1. Obat antisekresi
  2. Obat antispasmolitik
  3. Obat pengeras tinja
  4. Antibiotika, kapan 
G. ASUHAN KEPERAWATAN
 1. Pengkajian
a. Identitas Anak Nama, umur, tempat/ tanggal lahir, alamat/ No telp, tingkat pendidikan dll. 

b. Riwayat Kesehatan Dahulu
    • Riwayat kelahiran ; Panjang Lahir, Berat Badan Lahir Rendah
    • Riwayat Nutrisi ; Mal Nutrisi, KEP, Pola Makan dan Minum, Tipe Susu Formula
    • Riwayat diare ; Berulang, Penyebab
    • Pola Pertumbuhan
    • Riwayat Otitis media dan atau infeksi lainnya
    • Memakan makanan yang tidak bersih
      • Kurangnya persnal higiene (tidak mencuci tangan sebelum makan, tempat bermain yang kotor)
      • Pernah menderita OMA, tonsilitis/ tonsilofaringitis, bronkopneumonia, ensefalitis
      • Malabsorbsi karbohidrat (misalnya : intoleransi laktosa), lemak dan protein
      • Alergi terhadap makanan tertentu 
    c. Riwayat Kesehatan Sekarang
      • Riwayat Diare : Frekuensi, Penyebab
      • Riwayat Tinja : Jumlah, warna, bau, konsistensi, waktu BAB
      • Kaji Intake dan Output BAB > 3x sehari dengan konsistensi encer
      • Anak menjadi cengeng, gelisah, suhu badan meningkat, nafsu makan berkurang
      • Tinja makin cair disertai lendir atau darah. Warna tinja berubah jadi hijau  karena bercampur dengan empedu
      • Daerah disekitar anus lecet karena sering defekasi
      • Muntah bisa terjadi sebelum dan sesudah diare
      • Gejala dehidrasi mulai tampak jika pasien telah banyak kehilangan cairan dan elektrolit
      • Diuresis : terjadi oliguria (<1 ml/kg/jam), pada dehidrasi berat tidak ada urine
      d. Pengkajian Sistem
        1)  Pengkajian umum
        a)  Kesadaran
        b) Tanda – tanda vital
        Suhu tubuh:  Pengukuran suhu melalui mulut (anak > 6 th)
        Pengukuran axilla (<4 – 6 th)
        Nadi    : kuat, lemah, teratur/ tidak.
        Nafas   : kedalaman, irama, teratur/ tidak
        TD       : Sistolik/ diastolik, tekanan nadi
        c)  TB / BB
        d)  Lingkar kepala
        e)  Lingkar Dada
        2)  Pengkajian fisik
        Tingkat dehidrasi
        % kehilangan berat badan
        Bayi
        Anak besar
        Dehidrasi ringan
        5% (50 ml/kg)
        3% (30 ml/kg)
        Dehidrasi sedang
        5-10% (50-100 ml/kg)
        6% (60ml/kg)
        Dehidrasi berat
        10-15 % (100-150 ml/kg)
        9% (90 ml/kg)

        a)    Kepala : Higiene kepala dan Ubun-ubun cekung
        b)   Mata
              Palpebra : cekung/ tidak
              Konjungtiva : anemis/tidak
              Sklera : ikterik/tidak
        c)    Hidung : Sianosis, epistaksis
        d)   Mulut
              Membran mukosa : pink, kering
        e)   Telinga : Apakah ada infeksi/ tidak
        f)    Sistem kardiovaskuler
              Nadi apeks : irama teratur/ tidak
              Nadi perifer : irama teratur/ tidak
             Bunyi jantung : murni/ bising
        g)  Kulit : pucat/ sianosis
        h)  Sistem pernapasan
             Frekuensi napas
            Bunyi napas : murni/ bising
            Kedalaman, Pola napas
        h) Sistem persarafan, tingkat kesadaran
            Pola tingkah laku
            Fungsi pergerakan : ketahanan, paralysis
            Fungsi sensori : Rf fisiologis, Rf patologis
        i)  Sistem musculoskeletal : Gaya berjalan, Persendian, Kesimetrisan
        j)  Sistem pencernaan
            Bising usus : ada/ tidak, frekuensi
            Distensi abdomen : ada/tidak
            Mual/ muntah
        k) Sistem eliminasi ( BAB dan BAK ) : Frekuensi, konsistensi, bau, warna

        e. Faktor Psikososial
          • Tahap perkembangan anak, kebiasaan di rumah
          • Metode koping orangtua dan anak
          • Interaksi orangtua dan anak
          f. Pengkajian Keluarga
            • Jumlah anggota keluarga
            • Pola komunikasi
            • Pola interaksi
            • Pendidikan dan pekerjaan
            • Kebudayaan dan keyakinan
            • Fungsi keluarga
            g. Pemeriksaan Laboratorium
              • Pemeriksaan tinja : makroskopis dan mikroskopis, pH, kadar gula
              • Keseimbangan asam basa dalam darah
              • Kadar ureum dan kreatinin ( mengetahui faal ginjal)
              • Elektrolit : Na, K, Ca, F, dalam serum (terutama diare yang disertai kejang)
              • Intubasi duodenum ( mengetahui jenis parasit)

              ASUHAN KEPERAWATAN BERDASARKAN NANDA, NOC DAN NIC

              DIAGNOSA (NANDA)
              NOC
              NIC
              1.    Kurang volume cairan b.d seringnya buang air besar dan encer.
              Tujuan :
              Keseimbangan cairan dapat dipertahankan dalam batas normal yang ditandai dengan:
              ·        Pengeluaran urin sesuai
              ·        Pengisian kembali kapiler kurang dari 2 detik
              ·        Turgor kulit elastis
              ·        Membran mukusa lembab
              ·        Berat badan tidak menunjuk- kan penurunan


              kriteria hasil
              ·       Anak mendapatkan cairan yang cukup untuk mengganti cairan yang hilang
              ·       Anak menunjukkan tanda- tanda hidrasi yang adekuat ditandai dengan membrane mukosa lembab, turgor kulit baik, mata normal, TTV DBN.

              Mandiri
              1. Kaji status hidrasi
              2.      Kaji pemasukan dan pengeluaran cairan
              3.      Monitor tanda-tanda vital
              Kolaborasi
              1. Pemeriksaan laboratorium sesuai program; elektrolit, Ht, pH, serum albumin
              2. Pemberian cairan dan elektrolit sesuai protokol (dengan oralit dan cairan parenteral)
              3. Pemberian obat sesuai indikasi
              Antidiare
              Antibiotik





              DIAGNOSA (NANDA)
              NOC
              NIC
              2.    Perubahan nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh b.d menurunnya intake dan menurunnya absorpsi makanan dan cairan
              Tujuan:
              ·        Berat badan dalam batas normal
              ·        kebutuhan nutrisi terpenuhi
              ·        Tidak terjadi kekambuhan diare
              Kriteria  :
              - Nafsu makan meningkat
              -Berat badan meningkat atau normal sesuai umur

              Intervensi :
              1) Diskusikan dan jelaskan tentang pembatasan diet (makanan berserat tinggi, berlemak dan air terlalu panas atau dingin)
              2) Ciptakan lingkungan yang bersih, jauh dari bau  yang tak sedap atau sampah, sajikan makanan dalam keadaan hangat
              3) Berikan jam istirahat (tidur) serta kurangi kegiatan yang berlebihan
              4) Monitor  intake dan out put dalam 24 jam
              5) Kolaborasi dengan tim kesehtaan lain :
              a. terapi gizi : Diet TKTP rendah serat, susu
              b. obat-obatan atau vitamin ( A)
              DIAGNOSA (NANDA)
              NOC
              NIC

              3.     Resiko gangguan integritas kulit perianal berhubungan dengan   peningkatan frekwensi BAB (diare)
              Tujuan      :
               setelah dilakukan tindaka keperawtan selama di rumah sakit integritas kulit tidak terganggu

              Kriteria hasil :
               – Tidak terjadi iritasi : kemerahan, lecet, kebersihan terjaga
              -  Keluarga mampu mendemontrasikan perawatan perianal dengan baik dan benar

              Intervensi :
              1) Diskusikan dan jelaskan pentingnya menjaga tempat tidur
              2) Demontrasikan serta libatkan keluarga dalam merawat perianal (bila basah dan mengganti pakaian bawah serta alasnya)
              3) Atur posisi tidur atau duduk dengan selang waktu 2-3 jam